10 Provinsi dengan Utang Pinjol Terbesar, Jawa Barat Juaranya, Capai Rp 23,9 Triliun
Jawa Barat menjadi provinsi dengan utang pinjol terbesar mencapai Rp23,9 triliun.-Ist-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Sungguh miris jika melihat data yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tentang utang pinjaman online (pinjol) di Indonesia.
Dari 10 besar provinsi di Indonesia, ternyata Jawa Barat menjadi pengutang pinjol yang paling besar. Nilainya pun fantastis. Mencapai Rp 23,9 triliun.
Dari data OJK terungkap, 10 besar utang pinjol, selain Jawa Barat, ada DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten
Selain itu juga ada 3 provinsi di Sumatera yang masuk 10 besar besar pengutang pinjol. Ketiganya adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Riau.
BACA JUGA:Prediksi 8 Shio dengan Rezeki Berlimpah, Kekayaan Bisa Bertahan hingga Generasi Berikutnya
Dua daerah lainnya adalah Sulawesi Selatan dan Bali. Sementara itu, tak satu provinsi pun di Kalimantan yang masuk 10 besar pengutang pinjol.
Yang menarik adalah utang pinjol Jawa Barat yang mencapai nyaris Rp 24 triliun. Atau tepatnya Rp 23,9 triliun.
Jawa Barat mengungguli DKI Jakarta yang Rp 19,8 triliun. Kemudian, Jawa Tengah Rp 15,2 triliun, Jawa Timur Rp 14,7 triliun dan Banten Rp 9,3 triliun.
Disusul berikutnya Sumatera Utara Rp 7,1 triliun, Sumatera Selatan Rp 5,4 triliun dan Riau Rp 4,9 triliun. Kemudian Sulawesi Selatan 4,2 triliun dan Bali Rp 3,8 triliun.
BACA JUGA:Naik ke Kasta Tertinggi! Proton FC Kuningan Perkenalkan Skuad untuk PFL Indonesia 2026/2027
BACA JUGA:Nama Karim Benzema Digadang Gadang Masuk Radar Transfer Pemain Persib Bandung, Begini Penjelasannya
Apa yang menyebabkan Jawa Barat menjadi pengutang tertinggi pinjol di Indonesia? Menurut penggiat media sosial Monica Official, setidaknya ada 3 yang menjadi penyebabnya.
Menurutnya, pinjol sering menjadi jalan terakhir karena yang pertama soal akses modal usaha yang sulit. Kedua disebabkan oleh biaya hidup dan pendidikan yang terus naik.
Baru yang nomor tiga, menurutnya, karena minimnya literasi tentang keuangan. “Ini sinyal bahwa banyak warga masih harus berutang untuk kebutuhan dasar,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
