Rebana Metropolitan Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru di Jabar, JICA Ikut Kawal Pengembangannya

Rebana Metropolitan Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru di Jabar, JICA Ikut Kawal Pengembangannya

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman dalam JCC Meeting terkait kerja sama Japan International Cooperation Agency (JICA) di kawasan Rebana, yang berlangsung di Ruang Graha Sawala, Gedung Ali Wardhana, Kementerian Koordinator Bidang Pereko-Biro Adpim Jabar-

JAKARTA, RADARCIREBON.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mendorong Kawasan Rebana Metropolitan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kawasan yang mencakup tujuh kabupaten/kota itu dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong investasi, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi di wilayah utara dan timur Jabar.

Pengembangan Rebana kembali menjadi perhatian dalam Final Joint Coordinating Committee (JCC) Meeting kerja sama teknis Pemerintah Indonesia dengan Japan International Cooperation Agency (JICA), yang berlangsung di Jakarta, Selasa 29 September 2026.

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi Kuningan 6,98 Persen Tahun 2025, Tertinggi di Kawasan Rebana, Cirebon Peringkat Berapa?

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan Kawasan Rebana yang berkaitan dengan Pelabuhan Internasional Patimban.

Pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola, kelembagaan, serta konektivitas infrastruktur agar pengembangan kawasan tidak berjalan secara parsial.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman mengatakan, Rebana memiliki posisi strategis karena masih mempunyai ruang pengembangan ekonomi yang relatif luas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting di tengah perkembangan kawasan metropolitan lain yang mulai menghadapi keterbatasan ruang untuk ekspansi.

“Kalau ingin mewujudkan Jabar istimewa menuju Indonesia maju, salah satu kuncinya adalah bagaimana kita mengembangkan Rebana."

"Kawasan ini sangat potensial dan masih memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan,” ujar Herman.

Menurut Herman, Rebana tidak hanya memiliki kawasan industri. Ekosistem kawasan tersebut juga ditopang berbagai infrastruktur dan sektor ekonomi, mulai dari transportasi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan, pertanian, pariwisata hingga peluang investasi.

BACA JUGA:Strategi Indramayu Dorong Pertumbuhan Kawasan Rebana, Dari Lumbung Pangan hingga Energi Nasional

Karena itu, pengembangan Rebana dinilai membutuhkan perencanaan yang terintegrasi.

Masterplan yang disusun bersama JICA diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang benar-benar dijalankan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait