Weton dan Watak Manusia dalam Tradisi Jawa, Begini Cara Membaca Karakter dari Hari Kelahiran

Weton dan Watak Manusia dalam Tradisi Jawa, Begini Cara Membaca Karakter dari Hari Kelahiran

Weton dalam tradisi Jawa dipercaya berkaitan dengan watak manusia.-@magnific -

RADARCIREBON.COM – Weton tidak hanya dikenal dalam tradisi Jawa untuk menentukan hari baik pernikahan. 

Hari kelahiran yang merupakan perpaduan antara hari dan pasaran Jawa juga dipercaya sebagian masyarakat berkaitan dengan watak atau karakter seseorang.

Dalam tradisi tersebut, setiap weton memiliki nilai neptu dan gambaran karakter tertentu. 

Catatan dalam primbon Jawa bahkan memuat gambaran mengenai tabiat manusia berdasarkan waktu kelahiran.

BACA JUGA:4 Manfaat Kunyit Asam untuk Wanita, dari Haid hingga Pencernaan

BACA JUGA:Bikin Geleng Kepala, 3 iPhone Rp70 Juta Raib: Pelaku Hanya Pakai Celana Dalam

Kepercayaan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih ditemukan dalam kehidupan masyarakat Jawa. 

Namun, pembacaan watak berdasarkan weton perlu ditempatkan sebagai bagian dari tradisi budaya, bukan sebagai ukuran ilmiah untuk menentukan kepribadian seseorang.

Bagaimana Weton Digunakan untuk Membaca Watak Seseorang?

Weton merupakan gabungan tujuh hari dalam kalender umum dengan lima pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

BACA JUGA:Primbon Jawa: 5 Weton Pengasihan dengan Aura Paling Kuat, Karismatik dan Mudah Disukai

Setiap hari dan pasaran memiliki nilai neptu. Masyarakat kemudian menggunakan nilai tersebut dalam berbagai bentuk perhitungan tradisional Jawa.

Dalam primbon, weton dapat digunakan untuk menggambarkan kelebihan dan kekurangan seseorang. 

Masyarakat kemudian mengaitkan gambaran karakter tersebut dengan cara seseorang bersikap, berinteraksi, serta menjalani kehidupan sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait