Daya Motor

Budidaya Bebek Rambon, Bebek Ras Cirebon

Budidaya Bebek Rambon, Bebek Ras Cirebon

CIREBON – Populasi bebek di Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon bisa jadi melebihi jumlah penduduknya. Mayoritas warga desa tersebut menggantungkan pencaharian dari bebek. Mulai dari peternak bebek, budidaya penetasan telur bebek, hingga olahan telur asin. Jumlah kelompoknya dibagi tiga kategori. Terdiri dari empat kelompok peternak telur, tiga kelompok peternak pedaging, dan tujuh kelompok wanita tani telur asin. Satu kelompok ada 13-15 orang peternak.

 

Kuwu Desa Karanganyar, Moh Yakub SH mengatakan, jumlah populasi bebek di desanya terbanyak di Kabupaten Cirebon selain Desa Kroya dan juga Losari. ”Populasi bebek ya bisa lebih dari 5.000 ekor karena setiap bulan di sini juga telur bebek dikembangbiakan. Satu petani itu bisa 1.000 telur menetas,” katanya.

 

 

Dia menjelaskan, awal mula adanya ternak bebek berawal dari zaman para wali. Bebek merupakan salah satu hewan liar yang sulit dibudidayakan. Lama-kelamaan, bebek dikembangbiakan secara turun-temurun. ”Populasi bebek ini muncul dan berkembang setelah ada mesin penetas. Dan kita juga punya Bebek Rambon, yakni ras bebek milik Cirebon,” jelasnya.

 

 

Bebek Rambon ini, hasil persilangan Bebek Tegal dan Magelang. Namun,  pengembangan bebek jenis ini adalah di Cirebon. Menurut Yakub, pada tahun 2013, sudah ada SK Kementerian Pertanian, menetapkan Bebek Rambon menjadi salah satu  rumpun itik lokal Indonesia.

 

Mantan aktivis Fordisma ini menjabarkan, Bebek Rambon punya keunggulan tersendiri. Seperti, produktivitasnya yang lebih tinggi, daya tahan tubuh kuat dan dagingnya empuk dibanding bebek biasa.

 

 

”Secara umum sama, tapi kalau dilihat lebih detil, Bebek Rambon ini, fisiknya lebih tegak dari bebek biasa. Ekornya runcing. Sayapnya ada warna cokelat. Dan mata betina lebih cerah,” bebernya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: