Skandal Kades di Kuningan Bikin Warga Resah, Kuwu Padamenak Bantah Isu Hubungan Terlarang
Pintu kantor Kepala Desa Padamenak, Kuningan, disegel warga akibat kekecewaan atas isu dugaan perselingkuhan.-Tangkapan layar -YouTube
RADARCIREBON.COM – Suasana pemerintahan Desa Padamenak, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mendadak memanas.
Pintu masuk ruang kerja Kepala Desa Padamenak disegel oleh sekelompok warga pada Jumat pagi, 9 Januari 2026.
Aksi tersebut menjadi sorotan publik lantaran diduga berkaitan dengan kekecewaan masyarakat terhadap isu pribadi yang menyeret nama kuwu setempat.
Peristiwa penyegelan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan pantauan di lokasi, pintu ruangan kepala desa ditutup menggunakan beberapa papan kayu yang dipasang melintang dan dipaku, sehingga akses masuk ke ruangan tersebut tertutup total.
BACA JUGA:El Clasico Persib vs Persija Memanas: Beckham Putra Siap All Out, Simak Kata-katanya!
Warga yang melakukan aksi mengaku bertindak atas nama perwakilan masyarakat Desa Padamenak.
Aksi ini disebut-sebut sebagai puncak akumulasi kekecewaan warga terhadap isu dugaan perselingkuhan yang belakangan ramai diperbincangkan.
Isu tersebut menyeret nama Kepala Desa Padamenak dengan seorang perempuan yang merupakan warga setempat. Meski belum terbukti secara hukum, kabar itu telah memicu keresahan di tengah masyarakat desa.
Meski ruang kerja kepala desa disegel, pelayanan publik di Desa Padamenak dipastikan tetap berjalan. Kepala Seksi Pemerintahan Desa (Kasipem) Padamenak menegaskan bahwa aktivitas pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu oleh aksi tersebut.
BACA JUGA:Drama Tengah Malam di Hutan Gunung Ciremai: Kayu Sono Keling Ilegal Berhasil Diamankan Petugas
“Pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Penyegelan ini tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kasipem saat dikonfirmasi melalui tayangan streaming Kuningan Oke News.
Aksi penyegelan ini bukanlah kejadian pertama. Sebelumnya, pada September 2025 lalu, ratusan warga Desa Padamenak sempat menggelar aksi unjuk rasa di halaman balai desa.
Dalam aksi tersebut, warga secara terbuka meminta kuwu mundur dari jabatannya akibat isu perselingkuhan yang mencuat ke publik.
Menanggapi situasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kecamatan Jalaksana, Moh Eden Sodikin, menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah menindaklanjuti isu yang berkembang di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

