FORMASI Soroti Seleksi Direktur PDAM Cirebon, Minta Bebas Kepentingan Politik
PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon --
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) meminta Bupati Cirebon untuk mengedepankan prinsip profesionalisme, objektivitas, dan transparansi dalam proses pemilihan Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Jati Kabupaten Cirebon yang baru.
Desakan tersebut muncul seiring berakhirnya masa jabatan Direktur PDAM Kabupaten Cirebon.
Saat ini, posisi pimpinan perusahaan daerah tersebut masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Pjs) Direktur hingga terpilihnya direktur definitif melalui proses seleksi yang sedang berlangsung.
BACA JUGA:SMA Telkom Sekarkemuning Cirebon Resmi Jadi Sekolah Mitra Program Sekolah Maung
Wakil Ketua FORMASI Bidang Ekonomi dan Pengembangan Usaha Kreatif, Muslimin, menegaskan, PDAM memiliki peran yang sangat strategis bagi masyarakat.
Selain bertugas menyediakan layanan air bersih, perusahaan daerah tersebut juga merupakan aset ekonomi milik Pemerintah Kabupaten Cirebon yang harus dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Muslimin, proses pemilihan Direktur PDAM tidak boleh dipengaruhi kepentingan politik maupun praktik titipan jabatan.
Ia menilai, jabatan tersebut harus diisi oleh sosok yang memiliki kemampuan manajerial, integritas, pengalaman, serta visi yang kuat untuk membawa PDAM semakin maju.
BACA JUGA:Bupati Eman Soroti Kerusakan Rumput Alun-Alun Majalengka Akibat Tingginya Aktivitas Pengunjung
"PDAM bukan sekadar perusahaan daerah biasa. Lembaga ini mengelola kebutuhan dasar masyarakat berupa layanan air bersih."
"Karena itu, proses seleksi direktur harus dilakukan secara profesional, objektif, dan bebas dari segala bentuk intervensi politik," ujarnya.
Ia menambahkan, direktur yang terpilih nantinya harus mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, memperkuat kondisi keuangan perusahaan, serta menghadirkan inovasi dalam pengelolaan usaha daerah.
Dia pun mengingatkan, proses seleksi yang tidak transparan dan tidak berbasis kompetensi berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak mampu menjawab tantangan besar yang dihadapi PDAM.
Sejumlah tantangan tersebut di antaranya peningkatan cakupan layanan air bersih, penurunan tingkat kebocoran air, peningkatan pendapatan perusahaan, hingga penguatan tata kelola perusahaan yang sehat dan akuntabel.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

