Sudah 50 Tahun Tak Kunjung Dibangun, Padahal Akses Utama Petani Garam dan Nelayan
Sudah 50 tahun tak kunjung dibangun, ini adalah Akses utama bagi petani garam di Rawaurip. Bahkan statusnya belum jelas.-Samsul Huda-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Kondisi infrastruktur di kawasan sentra produksi garam terbesar di Jawa Barat kembali menjadi sorotan.
Sebuah ruas jalan utama yang menjadi akses vital bagi petani garam dan nelayan di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, hingga kini belum mendapatkan perbaikan permanen meski telah digunakan selama lebih dari 50 tahun.
Jalan sepanjang hampir delapan kilometer tersebut membelah hamparan tambak garam yang menjadi sumber penghidupan ribuan warga pesisir.
Namun ironisnya, akses yang memiliki peran strategis bagi roda perekonomian masyarakat itu justru masih berada dalam kondisi memprihatinkan.
Dengan lebar mencapai enam hingga delapan meter, jalan tersebut bukan sekadar jalur lingkungan biasa.
Ruas itu menjadi penghubung utama antara permukiman warga, kawasan tambak garam, hingga wilayah pesisir pantai.
Setiap hari, kendaraan pengangkut hasil panen garam melintasi jalan tersebut untuk mendistribusikan hasil produksi ke berbagai daerah.
Bagi masyarakat Rawaurip, keberadaan jalan tersebut memiliki arti yang sangat penting.
BACA JUGA:Akses Jalan Petani Garam di Indramayu Rusak Sejak 2012, Makin Parah di Musim Hujan
Selain menunjang aktivitas ekonomi, jalan itu juga menjadi akses utama para nelayan dan petambak dalam menjalankan pekerjaan mereka.
Petani garam Desa Rawaurip, Ismail Marzuki, mengatakan bahwa jalan tersebut sudah ada sejak era 1970-an.
Selama lebih dari setengah abad, menurutnya, belum pernah ada pembangunan permanen yang dilakukan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

