Cirebon Bangun TPST Berteknologi RDF di Palimanan Barat, Ini Tahapan yang Sedang Berjalan
. Kabid Sanitas DPUTR Kabupaten Cirebon Dhany Hendratno menjelaskan, Pemkab Cirebon tengah menyiapkan pembangunan TPST di Gempol seluas 4,2 ha.-Samsul Huda-radarcirebon.com
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mulai mempersiapkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Palimanan Barat, Kecamatan Gempol.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon pun tengah proses tahap pengadaan lahan.
Tahapannya, kini memasuki penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT).
BACA JUGA:Jalan dan Bantaran Sungai Jadi Tempat Pembuangan Sampah di Cirebon
Kabid Sanitasi DPUTR Kabupaten Cirebon Dhany Hendratno mengatakan, kebutuhan lahan utama untuk pembangunan TPST mencapai sekitar 4,2 hektare.
Menurutnya, saat ini pemerintah masih fokus menyelesaikan dokumen perencanaan sebagai syarat sebelum memasuki tahapan pengukuran, sosialisasi kepada masyarakat, hingga proses penilaian harga tanah oleh tim appraisal.
"Prosesnya masih pada penyusunan DPPT. Setelah dokumen selesai, baru dilanjutkan dengan pengukuran, sosialisasi, dan appraisal untuk menentukan nilai tanah yang akan dibebaskan," ujar Dhany, Kamis 2 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, anggaran pembebasan lahan tahun ini pun telah disediakan melalui APBD 2026 sebesar Rp4,6 miliar.
Selain itu, pemerintah juga masih mencari solusi terkait akses jalan menuju lokasi TPST.
BACA JUGA:Sampah TPST Bantar Gebang Longsor, 3 Orang Tewas dan Sejumlah Truk Tertimbun
"Kebutuhan lahan untuk akses jalan diperkirakan 26 hektare dan hingga kini belum masuk dalam alokasi anggaran tahun berjalan. Tambahan 26 hektare jalan itu karena panjangnya sekitar 1,3 kilo meter dengan lebar 20 meter," terangnya.
Menurutnya ,untuk akses jalan masih menjadi tantangan. Saat ini ada dua alternatif, yakni melalui jalan yang berada di sisi pabrik semen dan jalur di sekitar fly over jalan tol. "Ini masih kami kaji agar mendapatkan solusi terbaik," jelasnya.
Dhany menegaskan, anggaran yang tersedia saat ini belum mencakup pembebasan lahan akses jalan sehingga proses pengadaan lahan secara keseluruhan kemungkinan dilakukan secara bertahap.
Ia berharap pembebasan lahan utama seluas 4,2 hektare dapat direalisasikan tahun ini. Namun, penyelesaian keseluruhan proses masih bergantung pada hasil appraisal serta penyelesaian persoalan akses menuju lokasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

