Ironi Harga Cabai Melonjak, Petani di Cirebon Mengaku Belum Nikmati Keuntungan
Petani cabai rawit di Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon belum merasakan keuntungan yang sepadan dengan kenaikan harga cabai yang cukup signifikan dipasaran.-Mohamad Junaedi-RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Harga cabai rawit merah di tingkat konsumen kembali mengalami kenaikan signifikan dan kini menembus angka Rp63 ribu per kilogram.
Namun di balik tingginya harga yang dibayar masyarakat di pasar, para petani justru mengaku belum merasakan keuntungan yang sepadan dari hasil panen mereka.
Kondisi tersebut dirasakan petani cabai rawit di Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon.
BACA JUGA:Harga Cabai dan Bumbu Dapur di Cirebon Mulai Naik Jelang Idul Adha 2026
Meski harga cabai di sejumlah pasar tradisional dan modern terus meningkat, harga jual di tingkat petani masih berada di kisaran Rp17 ribu per kilogram.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen mencapai Rp63.900 per kilogram. Sementara harga cabai merah keriting berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp51.600 per kilogram.
Adapun harga cabai merah besar tercatat berada di rentang Rp44 ribu hingga Rp51.800 per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau dijual antara Rp31 ribu hingga Rp50.150 per kilogram.
Perbedaan harga yang cukup jauh antara tingkat petani dan konsumen menjadi sorotan. Saat masyarakat harus membeli cabai dengan harga tinggi, petani justru belum mampu menikmati hasil yang optimal dari usaha budidaya yang mereka jalankan.
Salah seorang petani cabai rawit di Desa Blender, Jaelani, mengatakan, harga jual hasil panen saat ini masih bertahan di angka Rp17 ribu per kilogram.
BACA JUGA:Harga Cabai dan Sayuran di Pasalaran Cirebon Turun Usai Lebaran, Minyak Goreng Masih Tinggi
Nilai tersebut dinilai belum mampu memberikan keuntungan maksimal, terlebih ketika biaya produksi dan perawatan tanaman terus meningkat.
Sudah harga jualnya rendah, Produktivitas tanaman cabai juga mengalami penurunan akibat faktor cuaca yang kurang mendukung dalam beberapa bulan terakhir.
“Kemarin-kemarin hujan masih ada, kondisi tanah yang kurang ideal, serta musim tanam yang tidak menentu membuat pertumbuhan tanaman cabai menjadi kurang maksimal.”
“Akibatnya, jumlah buah yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan kondisi normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

