Pemkab Cirebon Gelontorkan Rp1,6 Miliar untuk RSUD Waled, Sistem Hydrant Akhirnya Dibangun
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Cirebon terhadap peningkatan fasilitas keselamatan di lingkungan rumah sakit.-Istimewa -Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,6 miliar untuk membangun sistem fire hydrant di RSUD Waled pada tahun anggaran 2026.
Langkah ini menjadi kabar baik setelah rumah sakit rujukan Tipe B tersebut selama bertahun-tahun beroperasi tanpa jaringan hydrant yang berfungsi secara menyeluruh.
Pembangunan sistem proteksi kebakaran ini diharapkan mampu meningkatkan standar keselamatan bagi pasien, tenaga kesehatan, keluarga pasien, hingga seluruh pengunjung rumah sakit.
Selama ini, upaya penanganan kebakaran di RSUD Waled masih mengandalkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersebar di berbagai ruangan.
BACA JUGA:Pelarian Berakhir, Terduga Pelaku Pencabulan Ditangkap Tim Resmob Polres Cirebon Kota
Direktur RSUD Waled, dr. Deni Wirhana, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemkab Cirebon terhadap peningkatan fasilitas keselamatan di lingkungan rumah sakit.
Menurutnya, pembangunan jaringan hydrant merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan karena menjadi bagian penting dalam mendukung sistem keamanan rumah sakit sesuai standar pelayanan kesehatan.
"Ini merupakan kebutuhan yang sudah lama kami nantikan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon yang telah memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan di RSUD Waled. Kehadiran sistem hydrant akan memberikan perlindungan yang lebih maksimal bagi pasien, tenaga kesehatan maupun masyarakat yang datang ke rumah sakit," ujar Deni, Minggu (5/7/2026).
Instalasi Sudah Ada, Jaringan Pipa Baru Akan Dibangun
Deni menjelaskan, sebenarnya instalasi utama hydrant telah tersedia sejak beberapa tahun lalu.
Namun, fasilitas tersebut belum dapat difungsikan secara optimal karena jaringan pipa menuju seluruh ruangan rumah sakit belum pernah dibangun.
Akibatnya, sistem hydrant belum bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari proteksi kebakaran secara menyeluruh.
"Bangunan instalasinya sudah ada. Yang belum adalah jaringan pipa menuju setiap ruangan. Alhamdulillah tahun ini sudah dianggarkan dan prosesnya akan segera memasuki tahap lelang," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

