Daya Motor

RSUD Arjawinangun Kesulitan Pertahankan Dokter Spesialis, DPRD Minta Pemkab Bertindak Cepat

RSUD Arjawinangun Kesulitan Pertahankan Dokter Spesialis, DPRD Minta Pemkab Bertindak Cepat

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, H Khanafi SH MH mengaku prihatin dengan kondisi RSUD Arjawinangun yang mengalami krisis dokter spesialis. -SAMSUL HUDA-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon menemukan sejumlah persoalan yang masih membayangi pelayanan kesehatan di RSUD Arjawinangun

Keterbatasan dokter spesialis hingga belum dibayarkannya jasa pelayanan medis sejak Januari 2026. 

Hal itu terungkap dalam rapat Komisi IV terkait pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 bersama Direksi RSUD Arjawingun. 

BACA JUGA:RSUD Arjawinangun Terapkan Carevolution: Pelayanan Kesehatan dengan Empati dan Pendampingan Pascaperawatan

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, H Khanafi SH MH mengatakan, manajemen rumah sakit mengakui masih kesulitan memenuhi kebutuhan dokter spesialis. 

Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya nilai jasa pelayanan medis yang diterima dokter dibandingkan rumah sakit swasta.

"Memang masih ada kekurangan, dan pihak manajemen juga mengakui hal itu. Terutama untuk pelayanan dokter spesialis." 

"Bagaimana mau bersaing kalau Jaspel di rumah sakit pemerintah jauh lebih kecil dibandingkan rumah sakit swasta," ujar Khanafi, Senin 6 Juli 2026.

BACA JUGA:DPRD Kabupaten Cirebon Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025, Setwan Tuai Apresiasi

Menurutnya, kondisi tersebut membuat RSUD Arjawinangun kesulitan menarik maupun mempertahankan dokter spesialis. 

Padahal, keberadaan tenaga medis spesialis menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Persoalan itu semakin rumit lantaran jasa pelayanan tenaga medis belum dibayarkan sejak Januari 2026."

"Hingga kini, para dokter dan tenaga kesehatan masih menunggu kepastian pencairan hak mereka," terangnya. 

Politikus Partai Golkar itu menilai, keterlambatan pembayaran Jaspel tidak hanya berdampak terhadap kesejahteraan tenaga medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait