Kemarau Ekstrem dan El Nino Mengancam, DLH Cirebon Waspadai Potensi Kebakaran TPA
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi, terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG dan BPBD untuk antisipasi kebakaran termasuk di lokasi TPA.-Deny Hamdani-Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai memperketat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung lebih panjang pada tahun ini.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan, terutama potensi kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta kebakaran lahan akibat cuaca panas.
Fenomena yang dikenal sebagai El Nino Godzilla diperkirakan memicu kenaikan suhu udara, berkurangnya curah hujan, hingga meningkatkan risiko munculnya titik-titik panas di berbagai wilayah.
Karena itu, DLH menempatkan pengawasan terhadap TPA sebagai salah satu prioritas utama selama musim kemarau.
BACA JUGA:Wasit Francois Letexier, Dulu Pulangkan Timnas Indonesia U-23, 'Berulah' di Laga Mesir vs Argentina
Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau perkembangan kondisi cuaca.
Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Pada periode itu, suhu udara diprediksi semakin tinggi sehingga potensi kebakaran juga meningkat.
"Yang paling kami waspadai adalah munculnya titik panas, kebakaran lahan, termasuk potensi kebakaran di TPA," ujar Dede, Selasa (7/7/2026).
BACA JUGA:Gowes Menyusuri Tebing Walikukun, Permata Tersembunyi di Tapal Batas Cirebon - Majalengka
Gas Metan Jadi Ancaman Serius di TPA
Menurut Dede, risiko kebakaran di TPA tidak selalu disebabkan oleh aktivitas pembakaran yang dilakukan manusia. Ancaman justru bisa muncul dari dalam timbunan sampah itu sendiri.
Ia menjelaskan, akumulasi gas metan yang terbentuk dari proses pembusukan sampah organik dapat memicu kebakaran spontan ketika terpapar suhu tinggi.
Kondisi tersebut membuat TPA menjadi salah satu lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi saat musim kemarau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

