Daya Motor

Pangkas Birokrasi, Kemenag Segera Sulap Layanan Lewat Aplikasi QR KDR

Pangkas Birokrasi, Kemenag Segera Sulap Layanan Lewat Aplikasi QR KDR

INOVASI. Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd menjelaskan terkait inovasi digital sebagai langkah memudahkan pelayanan publik.-Samsul Huda-radarcirebon

SUMBER, RADARCIREBON.COM - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon mulai mempersiapkan lompatan besar dalam dunia pelayanan publik. Salah satunya, memangkas rantai birokrasi yang panjang dan melelahkan.

Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet SAg MPd mengatakan, ada inovasi baru yang akan segera diluncurkan kemenag dalam memberikan pelayanan kepada publik.

Aplikasi digital itu bernama, QR KDR (Quick Response Berbasis Kompetensi Dinamis dan Religius). Aplikasi ini, nantinya dapat diunduh langsung oleh masyarakat melalui Play Store.

"Melalui inovasi digital ini, masyarakat tidak perlu lagi meluangkan waktu dan biaya untuk datang langsung ke kantor Kemenag," ujar Slamet, kepada Radar, Kamis (9/7/2026).

BACA JUGA:Ramalan Fengshui 2026: Berikut 7 Macam Shio yang Sukses dan Penuh Cuan di Bulan Juli, Macan Salah Satunya!

Menurutnya, segala urusan informasi dan administrasi keagamaan nantinya dapat diakses dengan mudah, baik dari rumah maupun dari tempat kerja.

"Tujuannya untuk mempersingkat sekaligus memangkas birokrasi. Jadi tidak mesti datang ke kantor," terangnya.

Kata Slamet, aplikasi QR KDR dirancang sebagai sebuah 'anjungan digital' yang mengintegrasikan berbagai lini pelayanan Kemenag, mulai dari Subbag Tata Usaha (TU), Madrasah, Pendidikan Agama Islam (PAI), Pondok Pesantren (Pontren), hingga urusan Zakat dan Wakaf.

"Urusan krusial seperti pengajuan izin operasional pun nantinya dapat diurus melalui sistem ini," katanya.

BACA JUGA:Cari Hp Gaming Rp2 Jutaan? Tecno Pova 7 5G Punya Chip Dimensity 7300 Ultimate, Layar 144 Hz, RAM 8GB

Untuk memudahkan masyarakat, lanjut Slamet, pihaknya juga menyiapkan fitur chatbox atau pesan otomatis via call center. Artinya, warga cukup mengirimkan pesan teks untuk mendapatkan jawaban instan mengenai data atau informasi yang mereka butuhkan.

"Namun, bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi lebih mendalam dan spesifik, Kemenag tetap menyediakan layanan tatap muka melalui back office di kantor," ungkapnya.

Langkah digitalisasi ini, menurutnya, disebut sebagai pengejawantahan dari skala prioritas Menteri Agama demi menciptakan pelayanan yang efisien di era modern.

"Dengan sistem baru ini, masyarakat dipastikan dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan tanpa mengurangi kualitas hasil pelayanan, karena seluruh prosesnya tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat," jelasnya.

BACA JUGA:Setelah Vonis Nashrudin Azis: Jaksa Pikir-pikir, Furqon Soroti Dasar Pertimbangan Hakim

Saat ini, progres persiapan aplikasi QR KDR telah mencapai 60 persen dan sedang memasuki tahap pengisian konten aplikasi. Sarana dan prasarana penunjang pun telah matang disiapkan.

"Setelah launching, kita Kan sosialisasi secara masif melalui Kantor Urusan Agama (KUA) dan madrasah-madrasah di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon," tututnya.

Tidak hanya digitalisasi, Slamet juga berkomitmen membangun Zona Integritas di lingkungan kantor. Penataan fisik, mulai dari kedisiplinan area parkir tamu dan karyawan hingga optimalisasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sedang digenjot.

"Insyaallah nanti akan kita 'sulap' sedemikian rupa, supaya masyarakat benar-benar merasa dilayani dengan sepenuh hati," pungkasnya. (sam)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait