MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon Ditunda hingga 15 Agustus, Bangunan dan Guru Belum Siap
LAUNCHING: SRT 1 Cirebon di-launching kemarin. Siswa baru dari Kabupaten/Kota Cirebon, Majalengka, dan Kuningan terpaksa dipulangkan lagi karena pembangunan belum tuntas 100 persen.-Deni Hamdani-radarcirebon
RADARCIREBON.COM - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Cirebon belum siap beroperasi. Memang, secara resmi di-launching pada Jumat (31/7/2026).
Tapi, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula dijadwalkan mulai kemarin, diputuskan ditunda hingga 15 Agustus. Siswa baru asal Kabupaten/Kota Cirebon, Majalengka, dan Kuningan, dipulangkan lagi setelah sempat datang bersama orang tua mengikuti launching.
Data yang dihimpun Radar Cirebon, penundaan MPLS karena kondisi lingkungan sekolah dinilai belum sepenuhnya layak untuk aktivitas belajar.
Debu dari proses pembangunan yang masih berlangsung dikhawatirkan mengganggu kesehatan dan kenyamanan para siswa. Tidak hanya bangunan yang belum siap 100 persen, juga belum tersedianya guru atau tenaga pendidik yang secara resmi mengantongi SK (belum definitif).
BACA JUGA:Fantastis! Program Rutilahu Majalengka Tembus 4.500 Unit, Ribuan Warga Kini Miliki Rumah Layak
Meski demikian, pemerintah tetap optimistis kendala-kendala itu akan teratasi. Bupati Cirebon Drs H Imron MAg mengatakan kehadiran SRT ini menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
“Anak-anak ini penerus bangsa. Saya juga bangga kepada para orang tua yang telah mendukung putra-putrinya bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Mereka adalah anak-anak pilihan,” ujar Imron.
Menurutnya, para tenaga pendidik yang disiapkan juga merupakan hasil seleksi sehingga diharapkan mampu mendampingi peserta didik secara optimal.
“Semoga Sekolah Rakyat Terintegrasi dapat mencetak generasi penerus yang mampu mewujudkan Indonesia Emas. Kalau mereka berprestasi, bahkan ada kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” katanya.
Sedangkan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Suratna, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membangun masa depan anak-anak. “Mereka belajar, mereka tumbuh, mereka bermimpi, dan mewujudkannya dari sini.
BACA JUGA:Kabar Baik! Kinerja PTSP Kabupaten Cirebon Melesat, Pelayanan Perizinan Kini Makin Berkualitas
Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan,” ujarnya, saat menghadiri langsung launching SRT 1 Cirebon.
Ia berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. “Kalian bukan sekadar siswa, tetapi kalian adalah masa depan Indonesia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

