Ketua KAGAMA Cirebon Raya: Efek Jokowi Bisa Dongkrak PSI Jadi Tiga Besar Partai Politik
Ketua KAGAMA Cirebon Raya, Heru Subagia-Dede Adhitama-
RADARCIREBON.COM – Ketua KAGAMA Cirebon Raya, Heru Subagia, menilai kehadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memberikan dampak signifikan terhadap peta politik nasional.
Menurutnya, pernyataan Jokowi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang optimistis PSI akan menjadi partai besar bukan sekadar retorika politik.
Heru mengaku pernah berdiskusi langsung dengan Jokowi mengenai berbagai isu nasional, termasuk dinamika politik dan arah dukungan politik ke depan.
Dalam perbincangan tersebut, kata dia, Jokowi telah memberi sinyal bahwa PSI akan menjadi kendaraan politik yang dibangun secara serius.
"Pak Jokowi saat itu menyampaikan keyakinannya bahwa PSI bukan hanya akan lolos ke parlemen, tetapi bisa berkembang menjadi partai besar. Apa yang beliau sampaikan mulai terbukti," ucapnya Minggu 2 Agustus 2026.
Ia mencontohkan hasil survei salah satu lembaga nasional yang menempatkan elektabilitas PSI di angka 4,1 persen. Angka tersebut dinilai telah melampaui ambang batas parlemen dan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibandingkan capaian sebelumnya.
"Ini menjadi bukti bahwa efek politik Jokowi mulai bekerja. Dalam waktu yang relatif singkat, PSI mampu meningkatkan elektabilitasnya hingga berada di atas parliamentary threshold. Bahkan, ada potensi menggeser partai-partai yang selama ini sudah berada di parlemen," katanya.
Heru meyakini, rangkaian safari politik Jokowi di sejumlah daerah, termasuk Lampung dan NTT, akan semakin memperkuat posisi PSI menjelang Pemilu mendatang. Menurutnya, aktivitas politik, sosial, dan budaya yang dilakukan Jokowi akan memberikan tambahan elektabilitas bagi partai berlambang mawar tersebut.
BACA JUGA:Musda Golkar Kuningan Tinggal Tunggu Jadwal Jabar, Siapa Kandidat Ketua?
Ia juga menyoroti pernyataan Jokowi yang mempersilakan kader dan pengurus PSI dari berbagai daerah untuk datang ke Solo. Menurut Heru, ajakan itu menunjukkan komitmen Jokowi untuk terlibat langsung dalam membesarkan PSI.
"Pesan itu menjadi suntikan semangat bagi kader di daerah. Mereka merasa mendapat perhatian langsung dari Pak Jokowi, sehingga motivasi politik untuk membesarkan PSI tentu semakin tinggi," ujarnya.
Lebih lanjut, Heru menilai apabila Jokowi memfokuskan seluruh energi politiknya untuk membangun PSI, bukan bergabung atau mengambil alih partai lain, maka peluang PSI menjadi salah satu kekuatan politik utama di Indonesia terbuka lebar.
"Dengan pengalaman, jaringan, serta pengaruh politik yang dimiliki Pak Jokowi, bukan tidak mungkin PSI dalam beberapa waktu ke depan mampu menembus jajaran tiga besar partai politik nasional. Jika tren survei saat ini terus meningkat, elektabilitas PSI bisa mencapai angka delapan persen atau bahkan lebih," pungkasnya.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

