Daya Motor

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1Resmi Diluncurkan di Kabupaten Cirebon

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1Resmi Diluncurkan di Kabupaten Cirebon

BERPOSE: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg dan Forkopimda foto bersama dengan orang tua serta siswa SRT 1 Kabupaten Cirebon.-Deni Hamdani-radarindramayu

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Cirebon resmi diluncurkan, Jumat (31/7). Peresmian dilakukan Bupati Cirebon Drs H Imron MAg, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cirebon.

Peluncuran tersebut juga terhubung secara virtual melalui konferensi video dengan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf bersama sejumlah gubernur serta bupati dan walikota dari berbagai daerah di Indonesia.

Bupati Cirebon Imron mengatakan, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

“Anak-anak ini adalah penerus bangsa. Saya bangga kepada para orang tua yang telah mendukung putra-putrinya bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi. Mereka adalah anak-anak pilihan yang memiliki kesempatan untuk meraih masa depan lebih baik,” ujar Imron.

BACA JUGA:Partai Gelora Resmi Launching Desk Verifikasi Parpol Jelang Pemilu 2029

Menurutnya, para tenaga pendidik yang bertugas di Sekolah Rakyat juga telah melalui proses seleksi sehingga diharapkan mampu memberikan pendampingan secara maksimal, baik dalam kegiatan belajar maupun pembinaan karakter.

Imron berharap, keberadaan Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi unggul yang dapat berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kalau mereka berprestasi, peluang untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi juga terbuka,” katanya.
Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI, Suratna menegaskan, Sekolah Rakyat bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga membangun masa depan anak-anak Indonesia.

“Mereka belajar, mereka tumbuh, mereka bermimpi, lalu mewujudkan mimpi itu dari sini. Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan,” ujarnya.

BACA JUGA:Angklung Menggema Sambut MAXI Yamaha Day 2026 Jawa Barat, Padukan Touring dan Budaya dalam Satu Perjalanan

Menurut Suratna, seluruh siswa yang diterima telah menjalani asesmen psikodinamik sebelum memulai kegiatan belajar.

Asesmen tersebut dilakukan untuk memetakan karakter, kebiasaan, serta pola interaksi setiap peserta didik sehingga proses adaptasi di lingkungan sekolah maupun asrama dapat berjalan lebih baik.

Ia juga memastikan seluruh sarana pembelajaran dan fasilitas asrama telah disiapkan agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman. “Kalian bukan sekadar siswa, tetapi masa depan Indonesia,” tegasnya.

Di sisi lain, rasa syukur juga disampaikan para orang tua siswa. Orang tua salah seorang siswa tingkat sekolah dasar, Salim mengaku, sangat bahagia karena putranya diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait