DLH Pastikan Sampah Menggunung di Karangmulya Segera Diangkut, Terkendala Armada dan Persoalan TPA
Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan DLH Kabupaten Cirebon, Yanto-Dede Adhitama-
RADARCIREBON.COM – Tumpukan sampah yang menggunung hingga menutup sebagian akses jalan di Desa Karangmulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, dikeluhkan warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon memastikan pengangkutan sampah akan segera dilakukan setelah proses pengurasan sampah di wilayah Arjawinangun selesai.
Kepala Desa Karangmulya, Masadi yang akrab disapa Kuwu Gondrong, mengatakan pemerintah desa sebenarnya telah menyiapkan solusi sementara dengan menyediakan lahan di Blok Sigundul untuk dijadikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena masih menunggu bantuan alat berat berupa ekskavator untuk meratakan lahan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pertamanan dan Kebersihan DLH Kabupaten Cirebon, Yanto, menjelaskan saat ini pihaknya masih fokus melakukan pengurasan tumpukan sampah di Arjawinangun yang kondisinya dinilai lebih mendesak.
"Selama dua hari terakhir kami melakukan pengurasan sampah di Arjawinangun. Sampai sekarang sudah hampir 40 truk sampah yang diangkut dan kondisinya masih cukup banyak. Setelah pekerjaan di sana selesai, secara bertahap kami akan mulai mengangkut sampah di Karangmulya, mudah-mudahan dalam dua hingga tiga hari ke depan atau bahkan lebih cepat," ucapnya, Senin 3 Agustus 2026.
Ia mengakui sempat terhentinya pengangkutan sampah beberapa waktu lalu dipengaruhi sejumlah kendala di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Selain proses perpanjangan kerja sama lahan TPA yang memakan waktu, operasional juga sempat terganggu akibat penutupan sementara TPA.
Terkait rencana Pemerintah Desa Karangmulya membuka TPS sementara, Yanto menyambut baik langkah tersebut.
Namun menurutnya, penumpukan sampah bukanlah solusi utama. Ia mendorong agar pengelolaan sampah dimulai dari tingkat desa melalui pemilahan sampah organik dan anorganik.
"Sampah organik sebenarnya bisa diolah menjadi kompos, sedangkan sampah plastik dapat dipilah dan disalurkan ke bank sampah. Banyak desa yang sudah mulai menerapkan pola ini sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA dapat berkurang," katanya.
Yanto juga mengungkapkan persoalan keterbatasan armada masih menjadi tantangan besar dalam pelayanan pengangkutan sampah di Kabupaten Cirebon.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

