Daya Motor

Kemarau Uji Pertanian Kabupaten Cirebon, Dinas Pertanian Bidik Peningkatan MT3

Kemarau Uji Pertanian Kabupaten Cirebon, Dinas Pertanian Bidik Peningkatan MT3

Sawah mengalami kekeringan. -DOKUMEN-radarcirebon.com

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Musim kemarau kembali menjadi tantangan bagi sektor pertanian di Kabupaten Cirebon.

Keterbatasan pasokan air membuat sejumlah areal persawahan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap frekuensi musim tanam.

BACA JUGA:El Nino Mulai Berdampak, 32.000 Hektare Lahan Pertanian Indonesia Terdampak Kekeringan

Sebagian lahan pertanian bahkan masih hanya mampu ditanami satu kali dalam setahun karena pasokan air yang terbatas.

Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon kini mendorong peningkatan frekuensi tanam agar lahan pertanian bisa lebih produktif.

Salah satu target yang dibidik adalah mendorong lahan yang selama ini baru memasuki musim tanam kedua (MT2) agar dapat ditingkatkan menjadi musim tanam ketiga (MT3).

Sementara itu, lahan yang selama ini hanya mampu ditanami pada musim tanam pertama (MT1) diupayakan bisa meningkat menjadi MT2.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya ST MSi, mengatakan pencapaian target tersebut sangat bergantung terhadap ketersediaan air untuk pertanian.

"Namun, target itu sangat bergantung pada ketersediaan air," ujar Deni, Jumat 28 Agustus 2026.

Menurut Deni, kecukupan pasokan air menjadi faktor penting untuk memperpanjang masa produksi lahan pertanian.

Dengan air yang tersedia, risiko lahan menganggur akibat kekeringan juga dapat ditekan.

BACA JUGA:Kekeringan Melanda Palasah Majalengka, Mahasiswa KKNT Cari Solusi untuk Petani

Di sisi lain, Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon tidak hanya mengejar peningkatan jumlah musim tanam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait