144 Kasus Baru HIV di Kabupaten Cirebon, Dinkes Targetkan Screening 52 Ribu Orang
Dinkes mencatat 144 kasus baru HIV di Kabupaten Cirebon hingga Juni 2026.-M Fazrurochman -Radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 144 kasus baru HIV di Kabupaten Cirebon sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Temuan tersebut didominasi oleh kelompok usia produktif, terutama masyarakat berusia 25 hingga 49 tahun.
Data ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memperkuat langkah pencegahan, deteksi dini, hingga memastikan pasien yang terdiagnosis positif HIV dapat segera menjalani pengobatan secara rutin.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon, Mona Isabella Saragih, mengatakan kelompok usia produktif menjadi kelompok dengan jumlah temuan kasus tertinggi pada semester pertama tahun 2026.
BACA JUGA:Kisah Driver Ojol Bantu Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan di Majalengka hingga Diganjar Penghargaan
Dari total kasus pada kelompok usia 25 sampai 49 tahun, tercatat sebanyak 95 kasus. Rinciannya terdiri atas 77 laki-laki dan 18 perempuan.
“Paling tinggi itu usia produktif 25 sampai 49 tahun,” ujar Mona.
Kasus HIV Lebih Banyak Ditemukan pada Laki-laki
Secara keseluruhan, kasus baru HIV yang ditemukan di Kabupaten Cirebon pada semester pertama 2026 masih didominasi laki-laki.
BACA JUGA:Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031, Ini Ikrar yang Diucapkan di Hadapan Muktamirin
Dinkes mencatat sekitar 80 persen temuan berasal dari kelompok laki-laki, sementara sekitar 20 persen lainnya merupakan perempuan.
Berdasarkan kelompok populasi, berikut rincian sejumlah temuan kasus HIV di Kabupaten Cirebon:
- 42 kasus ditemukan pada lelaki seks dengan lelaki (LSL).
- 5 kasus ditemukan pada transgender.
- 5 kasus ditemukan pada pekerja seks perempuan (WPS).
- 1 kasus ditemukan pada warga binaan pemasyarakatan (WBP).
- 4 kasus ditemukan pada ibu hamil.
- 38 kasus ditemukan pada pasien tuberkulosis atau TBC.
- 49 kasus lainnya masuk dalam kategori lain-lain.
Kategori lain-lain tersebut mencakup calon pengantin, masyarakat umum, pasien di luar populasi kunci dan populasi khusus, serta pasien yang menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum operasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

