Daya Motor

1.080 Siswa Bakal Masuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon, Begini Mekanisme Seleksinya

1.080 Siswa Bakal Masuk Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon, Begini Mekanisme Seleksinya

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchydin SSos.-SAMSUL HUDA-RADARCIREBON.COM

CIREBON, RADARCIREBON.COM – Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Cirebon disiapkan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Tahun ini, estimasi penerima manfaat di Kabupaten Cirebon mencapai 1.080 siswa.

Namun, kuota tersebut tidak serta-merta dapat diisi seluruh calon siswa. Pemerintah menerapkan sejumlah tahapan seleksi untuk memastikan program benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

BACA JUGA:529 Siswa Sekolah Rakyat Cirebon Buka Rekening SimPel, OJK Dorong Budaya Menabung Sejak Dini

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muchydin SSos, mengatakan calon siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga yang masuk dalam kelompok desil 1 dan desil 2.

Kelompok tersebut merupakan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, termasuk keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem.

“Pemkab Cirebon sifatnya hanya penerima manfaat. Kemudian membantu ketika Sekolah Rakyat ini berjalan,” kata Muchydin, Selasa 1 September 2026.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Sosial memiliki peran dalam membantu menyiapkan data calon penerima manfaat.

Data tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk proses seleksi di tingkat pemerintah pusat.

Dengan demikian, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan penuh dalam menentukan siapa saja yang nantinya diterima sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Muchydin menjelaskan, data awal calon penerima berasal dari kelompok desil 1 dan 2. Data tersebut kemudian dikirimkan kepada pemerintah pusat untuk menjalani proses penyaringan serta verifikasi lebih lanjut.

BACA JUGA:Hari Indonesia Menabung 2026 di Cirebon, 529 Siswa Sekolah Rakyat Buka Rekening SimPel

Tahapan tersebut menjadi penting karena jumlah warga yang masuk dalam data desil 1 dan 2 cukup besar. Sementara itu, kuota yang tersedia terbatas.

Ia mencontohkan, apabila dalam satu kecamatan terdapat sekitar 100 nama yang masuk dalam kelompok desil 1 dan 2, seluruh nama tersebut belum tentu otomatis menjadi calon siswa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait