Tradisi Unik di Cirebon, Buyut Kayu Mati Dimandikan Setiap 19 Mulud, Airnya Diburu Warga untuk Ngalap Berkah
Pengangkatan buyut kayu mati Pangeran Mancur Jaya di Situs Balong Kramat Tuk Pangeran Mancur Jaya-Dede Adhitama-
BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 FE Akhirnya Masuk Indonesia! Cek Spesifikasi dan Promo Terbarunya di Sini
Setelah prosesi pemandian selesai, kayu tersebut tidak langsung dikembalikan ke dalam kolam.
Kayu disemayamkan sementara di depan rumah juru kunci. Masyarakat kemudian memberikan penghormatan melalui prosesi sekar atau tabur bunga, ngarwah leluhur, hingga membakar kemenyan.
Raden Suparja menjelaskan, prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan masyarakat terhadap leluhur yang diyakini memiliki keterkaitan erat dengan sejarah situs tersebut.
"Karena masyarakat semuanya membawa ini adalah buyutnya, cikal bakalnya, asal-usulnya. Jadi semuanya menghargai dan menghormati dengan memberikan sekar dan hajat ngarwah leluhurnya," ungkapnya.
BACA JUGA:Cicilan Polytron Fox 350 di Bulan September 2026 Mulai Rp800 Ribuan? Ini Hitungannya
Setelah seluruh rangkaian berlangsung hingga malam hari, sekitar pukul 23.00 WIB, kayu kembali diturunkan ke dalam kolam melalui prosesi yang serupa.
Hal menarik lainnya dalam tradisi ini adalah antusiasme masyarakat mengambil air dari kolam setelah prosesi pemandian kayu.
Warga meyakini air tersebut memiliki nilai keberkahan atau biasa disebut ngalap berkah.
Sebagian masyarakat memanfaatkannya sebagai ikhtiar untuk menyuburkan tanaman maupun sebagai perantara pengobatan.
"Menurut kepercayaan masing-masing, ngalap berkah dari air tersebut. Mereka menginginkan sawahnya subur, terus biasanya ada yang sedang sakit juga untuk obat," kata Raden Suparja .
Meski demikian, keyakinan tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan tradisi masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Dari sisi sejarah, Raden Suparja menyebut Buyut Kayu Perbatang tersebut diyakini merupakan peninggalan Mbah Kuwu Cirebon atau Pangeran Cakrabuana.
Kayu tersebut kemudian disebut ditemukan kembali pada masa Pangeran Mancur Jaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

