Porsadin ke-8 Kabupaten Cirebon: Berburu Bibit Unggul Santri Diniyah
SAMBUTAN. Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet MAg saat menyampaikan sambutan dalam agenda Porsadin tingkat Kabupaten Cirebon.-Samsul Huda-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cirebon bersama pemerintah daerah menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke 8 tingkat Kabupaten Cirebon.
Ajang itu bukan sekadar urusan siapa yang menjadi juara. Di balik perlombaan olahraga dan seni, ada misi yang lebih besar, mencari bibit-bibit terbaik santri madrasah diniyah untuk dibawa ke level yang lebih tinggi.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet MAg, mengatakan Porsadin pada dasarnya merupakan ruang silaturahmi bagi para pegiat pendidikan diniyah di Kabupaten Cirebon.
"Porsadin ini adalah ajang silaturahmi dari rekan-rekan pegiat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) se-Kabupaten Cirebon," ujar Slamet, kepada Radar, Rabu (2/9/2026).
BACA JUGA:Elektabilitas sebagai Capres Melejit di Survei, KDM Tak Mau Beri Komentar
Menurutnya, kompetisi yang berlangsung dalam Porsadin hanyalah bagian dari rangkaian kegiatan. Kejuaraan, merupakan efek samping dari agenda yang lebih besar. Yakni mempertemukan, mengasah, sekaligus menemukan potensi terbaik dari para santri madrasah diniyah.
"Adapun nanti ada kejuaraan, itu efek samping dari agenda ini," katanya.
Namun, lanjut Slamet, dari kompetisi itulah bibit-bibit unggulan bisa ditemukan. Para juara nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Cirebon pada Porsadin tingkat Provinsi Jawa Barat.
Peserta terbaik diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Cirebon dalam persaingan di tingkat provinsi.
BACA JUGA:Kado Hari Jadi Kuningan, KDM Guyur Rp100 Miliar untuk Perbaikan Jalan
"Yang mendapatkan juara satu nanti dikirim ke tingkat provinsi," jelasnya.
Menurutnya, Porsadin, menjadi bagian dari pembinaan prestasi pendidikan diniyah. Tidak hanya mengejar kemampuan akademik keagamaan, tetapi juga membentuk generasi Qurani yang memiliki akhlak sekaligus daya saing.
"Olahraga dan seni menjadi dua ruang yang dipertandingkan. Dari sana, santri tidak hanya belajar menjadi pemenang, tetapi juga belajar berkompetisi, bekerja keras dan menunjukkan kemampuan terbaiknya," tuturnya.
Porsadin tingkat Kabupaten Cirebon tersebut dilaksanakan selama dua hari. Sementara untuk tingkat Provinsi Jawa Barat, pelaksanaannya dijadwalkan pada akhir Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Santri.
BACA JUGA:Yamaha Engineering School Cetak Teknisi Profesional, YES Bandung Angkatan ke-18 Lulus 100 Persen Terserap
Sementara itu, Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, menambahkan keberadaan madrasah diniyah tidak boleh dipandang sebelah mata.
Menurutnya, santri harus memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan, bukan hanya di lingkungan sekolah atau kecamatan, tetapi juga di tingkat kabupaten hingga regional. Bahkan dikancah nasional.
Karena itu, Porsadin dinilai penting untuk membuka panggung bagi para santri.
"Sekolah madrasah diniyah harus bisa tampil di tingkat kabupaten, bahkan regional," pungkasnya. (sam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

