Kasus ISPA Melonjak 30 Persen di Kabupaten Cirebon, Bed Rumah Sakit Mulai Menipis
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, dr. H. Edi Susanto, M.M-Dede Adhitama-
RADARCIREBON.COM — Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan seiring kondisi cuaca pancaroba dan kemarau panjang.
Lonjakan pasien bahkan membuat tingkat keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit mendekati penuh.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, dr. H. Edi Susanto, M.M., mengatakan laporan dari sejumlah rumah sakit menunjukkan adanya peningkatan pasien hingga sekitar 30 persen.
"Memang sejatinya sekarang ini pancaroba. Dengan siklus kemarau panjang, otomatis virus-virus ini berkembang melalui droplet," kata Edi, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus tidak hanya terlihat di rumah sakit. Kunjungan pasien dengan berbagai penyakit di sejumlah puskesmas juga mengalami kenaikan.
Edi menyebut, meski terjadi lonjakan pasien, pelayanan kesehatan di Kabupaten Cirebon hingga kini masih mampu menampung dan melayani seluruh pasien.
"Di beberapa rumah sakit laporan ke kami hampir semua keterisian. Lonjakannya hampir 30 persen. Tetapi prinsipnya masih terlayani," ujarnya.
Kabupaten Cirebon sendiri memiliki 15 rumah sakit yang tersebar di wilayah timur, tengah, hingga barat.
Kondisi tersebut membuat pasien masih dapat diarahkan ke fasilitas kesehatan lain apabila terjadi kepadatan di salah satu rumah sakit.
Edi mengatakan pasien ISPA yang menjalani perawatan masih didominasi anak-anak, terutama balita.
Kelompok usia tersebut dinilai lebih rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan dan infeksi saluran pernapasan.
"Masih didominasi pasien anak, ya balita, karena memang masih rentan. Umur remaja ke bawah atau balita masih menjadi salah satu yang banyak masuk rumah sakit," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
