Produksi Sampah Cirebon Capai 1.260 Ton per Hari, TPA Gunung Santri Overload
BEBER DATA: Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto menjelaskan terkait penanganan sampah di Kabupaten Cirebon-Samsul Huda-radarcirebon
RADARCIREBON.COM- Sampah di Kabupaten Cirebon bukan lagi sekadar persoalan kebersihan. Produksinya terus mengalir setiap hari. Sayangnya, kemampuan pemerintah masih jauh dari ideal.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon menunjukkan, produksi sampah masyarakat mencapai sekitar 1.200 hingga 1.260 ton per hari.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto mengatakan, TPA Kubangdeleg dan Gunung Santri menghadapi persoalan yang berbeda.
Di TPA Kubangdeleg misalnya, persoalan utama berada pada keterbatasan armada. Meski melayani wilayah yang cukup luas, sampah yang mampu masuk ke TPA tersebut hanya sekitar 100 ton per hari.
BACA JUGA:Asian Games 2026: Indonesia Bidik 4 Emas Hari Ini, Peluang Datang dari 6 Cabor
“Untuk Kubangdeleg, sampah yang masuk sekitar 100 ton per hari. Salah satu kendalanya memang kendaraan. Armada yang ada hanya sekitar 20 kendaraan, sementara harus melayani 18 kecamatan,” kata Suyanto, Jumat (2/10).
Kondisi berbeda terjadi di TPA Gunung Santri. Volume sampah yang masuk jauh lebih besar, mencapai sekitar 250 ton per hari. Jumlah tersebut sejalan dengan armada pengangkut yang melayani wilayah barat.
Menurut Suyanto, kendaraan yang beroperasi menuju Gunung Santri jumlahnya sekitar dua kali lipat dibandingkan armada yang melayani wilayah Kubangdeleg.
Namun, banyaknya sampah yang berhasil diangkut bukan berarti persoalan selesai. Justru sebaliknya. Gunung Santri kini menghadapi persoalan kapasitas.
BACA JUGA:Jumat Berkah Polsek Pabuaran Sasar 100 Pengguna Jalan, Warga Diingatkan Tertib Lalu Lintas
“Kalau Gunung Santri memang sudah overload. Sampah yang masuk bisa sekitar 250 ton per hari karena jumlah kendaraannya juga lebih banyak, sekitar dua kali lipat dibandingkan wilayah Kubangdeleg,” terangnya.
Ia mengakui kondisi TPA Gunung Santri yang mulai mendekati batas kemampuan tampung. TPA tersebut telah beroperasi lebih dari 15 tahun sehingga beban terhadap kawasan tersebut semakin berat.
Di sisi lain, Kubangdeleg menghadapi persoalan berbeda. Pemerintah daerah sebenarnya telah memiliki rencana untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah di lokasi tersebut.
Artinya, sampah tidak hanya berakhir sebagai tumpukan, tetapi diharapkan dapat diproses dan dikurangi volumenya. Masalahnya, rencana tersebut belum beranjak menjadi fasilitas yang benar-benar beroperasi.
BACA JUGA:Rusak Belasan Tahun, Jalan Kaduela–Talaga Remis Kuningan Mulai Diperbaiki Sepanjang 3 Kilometer
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
