Ok
Daya Motor

61.556 orang Warga Jabar Bekerja Sebagai PMI Diluar Negeri

61.556 orang Warga Jabar Bekerja Sebagai PMI Diluar Negeri

61.556 orang Warga Jabar Bekerja Sebagai PMI Diluar Negeri-Abdullah-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Warga Jabar yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Luar negeri ternyata jumlah hingga pulihan ribu orang. Tidak tanggung-tanggung   sebanyak 61.556 orang.

Hal ini dikatakan Kepala UPTD LTSA PMI (Layanan terpadu satu atap pekerja migran indonesia) Disnaker Jabar, Yanu Krisdiyan, disela sela sosialisasi tentang  tata cara menjadi PMI, Rabu (24/9/2025) di aula pertemuan Kantor Kecamatan Kesambi.

Lebih jauh Yanu menerangkan, Warga Jabar yang menjadi PMI 61.556 orang, provinsi Jabar adalah provinsi terbanyak ketiga pengirim pekerja migran indonesia.

“61.556 orang PMI ini tersebar di 48 negara tujuan,” ujarnya

BACA JUGA:Industri di Cirebon Timur Dongkrak Penyerapan Tenaga Kerja? Disnaker Beri Datanya

Namun demikian, Yanu menyampaikan  ada Tiga negara tujuan penempatan terbesar, yaitu Taiwan 11.789 orang (31 persen), Hongkong 9.818 orang (26 persen) dan Malaysia 4.221 orang (11 persen).

Yang membuat miris justri PMI di Timur Tengah, walaupun angkanya tidak sebesar di Taiwan, Hongkong dan Malaysia, akan tetapi tapi masalah yang terbesar dialami PMI justru dari timur tengah.

Tahun 2024 Jumlah aduan PMI terbanyak sebanyak 458,  dengan 113 kasus diantaranya turut ditangani oleh Disnaker Jabar.

“Tahun 2025 sekarang tercatat 482 orang pengaduan terkait PMI dari Jabar,” terangnya.
Berbagai Pengaduan yang dilaporkan korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang), eskalasi konflik, PMI Unprosedural, deportasi, meninggal dunia, permohonan pemulangan dan sakit.

BACA JUGA:Marak PMI Unprosedural, DPRD Desak Disnaker Bertindak Tegas

“Dari kasus tersebut, TPPO jumlahnya paling banyak,” tandasnya.

Yanu Krisdiyan menjelaskan sosialisasi di Kota Cirebon ini, sebagai upaya kita mencegah TPPO, mereka terkadang mencari lowongan melalui FB tanpa meminta konfirmasi ke Disnaker terkait. Harapan dari sosialisiasi ini  pencaker ke luar negeri sebaiknya menanyakan kepada kepada Disnaker.
“Sosialisiasi ini, kita berikan pelayanan terbuka terkait informasi tata cara menjadi pekerja migran. Atau bisa melalui aplikasi Sisko P2MI,” kata Yanu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon,  Drs Agus Suherman mengatakan, hari ini ada kegiatan Disnakertrans Jabar yakni  sosialisasi tentang perlindungan pekerja migran untuk bekerja dengan aman.

Intinya, kata Agus Suherman,  bahwa program ini bisa getok tular ke masyarakat, kalau warga Kota Cirebon ingin bekerja keluar negeri harus sesuai prosedur dan koordinasi dengan Disnaker kota Cirebon.

BACA JUGA:Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon Soroti Marak Kasus PMI Unprosedural, Berikut Jawaban Kadisnaker

“Harapan kami bisa bekerja aman sesuai aturan di negara lain,” terangnya.

Disnaker Kota Cirebon, kata Agus, selama ini juga melakukan sosialisasi juga ke masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, RT RW. Tujuannya Untuk menghindari masyarakat yang bekerja ke luar negeri non prosedural. Selain itu kami melakukan melalui media elektronik, media cetak dan medsos.(abd)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: