Daya Motor

Hidup Sendiri di Gubuk Sempit, Kisah Pilu Sopiyah Lansia dari Cirebon Belum Tersentuh Bansos

Hidup Sendiri di Gubuk Sempit, Kisah Pilu Sopiyah Lansia dari Cirebon Belum Tersentuh Bansos

Nenek Sopiyah, lansia Cirebon hidup sendiri di gubuk sempit.-Ade Gustiana-Radar Cirebon

RADARCIREBON.COM – Di sudut sempit sebuah gubuk triplek, Sopiyah menjalani hari-harinya dengan senyap. 

Perempuan lanjut usia itu duduk bersandar di dinding papan yang mulai lapuk, matanya setengah terpejam, kedua tangan terlipat di pangkuan. 

Ruangan kecil berukuran sekitar 1,5 x 2,5 meter itulah satu-satunya tempat ia hidup, beristirahat, dan bertahan.

Di sekelilingnya, perabot seadanya berdesakan tanpa jarak: galon air, termos, panci, ember, serta sebuah meja kayu kecil dengan cat yang mengelupas. 

BACA JUGA:Kasus Korupsi Gedung Setda Cirebon: Mantan Walikota Azis Minta Salinan BAP Sebelum Sidang

Tak ada ruang lain. Tak ada kamar terpisah. Semua aktivitas hidup dilakukan di satu tempat yang sama.

Sopiyah tinggal seorang diri di RT/RW 6/17 Kriyan Barat, Kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon

Gubuk triplek itu berdiri menempel di dinding rumah warga, dengan atap rendah dan pencahayaan minim yang hanya mengandalkan celah-celah papan.

Lebih memprihatinkan, WC tanpa sekat menyatu langsung dengan area tidur. Tak ada pemisah, tak ada privasi. Namun bagi Sopiyah, tempat itu sudah lebih dari cukup—asal bisa berteduh dari panas dan hujan.

BACA JUGA:Bocoran Vivo iQOO Z11 Turbo! Ini Spesifikasi Lengkap, Bisa Bikin Flagship Minder

BACA JUGA:Malam-malam Jalan Diponegoro Cirebon Heboh, Pohon Besar Ambruk Timpa Truk

Gubuk Swadaya Warga, Bukan Bantuan Pemerintah

Bangunan kecil yang ditempati Sopiyah bukan hasil program bantuan pemerintah. Gubuk tersebut berdiri dari swadaya warga sekitar. Papan, atap, hingga proses pembangunannya dilakukan secara gotong royong, sekadar agar Sopiyah tidak tidur di jalan.

Dari luar, kondisi bangunan tampak rapuh. Dinding triplek berwarna pucat dengan bagian bawah lembap, sementara pintu kayu tipis menjadi satu-satunya akses keluar masuk. Kontras dengan rumah-rumah permanen di sekitarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait