Cirebon Waspada! Potensi Banjir dan Cuaca Ekstrem Masih Mengintai
Cuaca Ekstrem, BPBD Minta Masyarakat Tetap Waspada-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM — Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di Kota Cirebon. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di sejumlah titik yang rawan banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cirebon (BPBD), Andi Wibowo, mengatakan status siaga darurat bencana hidrometeorologi basah masih berlaku hingga April 2026.
Menurutnya, status tersebut diberlakukan sejak Oktober sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya curah hujan serta potensi angin kencang berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami menetapkan status siaga hingga April. Namun jika ada informasi terbaru dari BMKG pada bulan berikutnya, regulasi tersebut akan disesuaikan,” ujar Andi kepada Radar Cirebon.
BACA JUGA:Polsek Ligung Ungkap Curat di Desa Beber, Tiga Pelaku Curanmor Diamankan Kurang dari 24 Jam
Ia menjelaskan, hingga April 2026 masyarakat perlu tetap siaga menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, abrasi, hingga banjir rob.
Pada awal 2026, BPBD mencatat sejumlah kejadian banjir yang cukup ekstrem. Peristiwa tersebut terjadi pada akhir Desember 2025 dan mencapai puncaknya pada 5 Januari 2026 di beberapa wilayah.
“Terdapat empat titik terdampak cukup parah, yakni kawasan Petilasan Kalijaga, perumahan sekitar Ciperna, Kelurahan Pekiringan, dan Kelurahan Larangan. Kejadiannya hampir bersamaan, kecuali di Pekiringan yang terjadi lebih awal. Dampak paling banyak berada di wilayah Kecamatan Harjamukti,” jelasnya.
Meski demikian, Andi menegaskan masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan dengan terus memperbarui informasi cuaca melalui BMKG maupun BPBD Kota Cirebon serta memantau kondisi lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Gagal Beraksi Saat Magrib, Dua Pelaku Curanmor Diamankan Warga di Jatiwangi Majalengka
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi banjir, seperti membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan daerah aliran sungai.
Selain itu, masyarakat diminta berhati-hati saat terjadi angin kencang disertai hujan deras. Warga dianjurkan tetap berada di dalam rumah dan menghindari lokasi yang banyak terdapat pohon besar.
“Kejadian akhir Desember lalu, ada pohon tumbang di Pasar Kalitanjung yang menimpa mobil. Beruntung tidak ada korban jiwa,” katanya.
Terkait ambruknya gedung Dinas Tenaga Kerja Kota Cirebon (Disnaker), Andi menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari, 23 Januari 2026. Saat itu BPBD menerima sejumlah laporan kejadian akibat cuaca ekstrem secara bersamaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

