WJES 2026: Ciayumajakuning Dinilai Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Jawa Barat
West Java Economic Society (WJES) 2026 menyoroti potensi besar Ciayumajakuning sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Jawa Barat dengan 5 rekomendasi strategis.-Apridista Siti Ramdhani-Radarcirebon.com
Dari sisi perdagangan internasional, kinerja ekspor Ciayumajakuning juga masih menunjukkan tren positif.
Pada triwulan I tahun 2026, pangsa ekspor tercatat mencapai 31,49 persen atau setara USD 470,40 juta, dengan Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama dengan kontribusi ekspor sebesar 47,17 persen.
Tak hanya itu, dalam tiga tahun terakhir, neraca perdagangan Ciayumajakuning tercatat konsisten mengalami surplus di atas USD 1 miliar, sebuah indikator yang memperlihatkan daya saing ekonomi kawasan ini tetap terjaga meski kondisi global masih bergejolak.
“Hal ini menunjukkan bahwa Ciayumajakuning memiliki daya saing tinggi dan mampu menjaga stabilitas ekonomi, termasuk inflasi yang tetap terkendali di tengah tekanan ekonomi global,” kata Wihujeng.
Melalui West Java Economic Society (WJES) 2026, berbagai peluang dan tantangan pembangunan ekonomi kawasan ini dibahas lebih mendalam.
Tahun ini, forum mengusung tema “Penguatan Peran Ciayumajakuning dalam Mendukung Ekonomi Jawa Barat melalui Transformasi dan Daya Saing Regional.”
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, serta akademisi dari Universitas Padjadjaran.
Dalam forum itu, Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmi Yahya, menjelaskan bahwa Kawasan Rebana yang diatur dalam Perpres Nomor 87 Tahun 2021 memiliki 81 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diproyeksikan mampu memberikan dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Khusus di wilayah Ciayumajakuning, sejumlah program prioritas yang akan didorong antara lain pengembangan pusat industri dan logistik di kawasan Hub Bandara Kertajati, serta penguatan ketahanan pesisir di sepanjang wilayah Indramayu – Kota Cirebon – Kabupaten Cirebon.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka, Aeron Randy, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mempersiapkan diri untuk menyambut berbagai peluang investasi dan proyek strategis yang akan berkembang di masa mendatang.
Ia menyebut perubahan struktur ekonomi Majalengka yang kini semakin ditopang sektor industri pengolahan tetap harus berjalan seimbang dengan penguatan sektor ketahanan pangan, perdagangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu menjawab kebutuhan industri masa depan.
Di sisi lain, akademisi Universitas Padjadjaran, Ferry Hadiyanto, menekankan bahwa transformasi ekonomi Jawa Barat perlu didorong dengan pendekatan yang inklusif, inovatif, dan kreatif, namun tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam.
Dari hasil diskusi dalam West Java Economic Society (WJES) 2026, forum ini menghasilkan lima rekomendasi kebijakan strategis untuk pemerintah daerah.
Kelima rekomendasi tersebut meliputi optimalisasi Kawasan Rebana dan reformasi iklim investasi, penguatan SDM industri berbasis kebutuhan masa depan, transformasi ekonomi inklusif dengan menjaga ketahanan pangan, hilirisasi industri dan diversifikasi pasar ekspor, serta kolaborasi pentahelix sebagai platform kebijakan berkelanjutan.
Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi penguatan ekonomi jangka panjang, sekaligus mempercepat peran Ciayumajakuning sebagai salah satu motor penggerak ekonomi baru di Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

