SMA Telkom Sekar Kemuning Jadi Mitra SSK Program Sekolah Maung, Siswa Terima Bantuan Rp2,7 Juta per Tahun
Dr H Nendi SPd MM - Kepala SMAN 2 Cirebon-Ade Gustiana-radarcirebon
RADARCIREBON.COM - Implementasi program Sekolah Maung tahun ini membawa angin segar bagi keberlangsungan akses pendidikan di sektor swasta melalui skema Sekolah Swasta Kerjasama (SSK).
KCD Wilayah X Jawa Barat bersama SMAN 2 Cirebon secara resmi telah menetapkan SMA Telkom Sekar Kemuning sebagai institusi swasta pendamping. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperluas daya tampung serta memberikan jaminan mutu pendidikan yang setara bagi calon siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri.
Pertimbangan utama penunjukan SMA Telkom Sekar Kemuning bertumpu pada catatan rekam jejak akademik lembaga tersebut, di mana 80 persen lulusannya tercatat berhasil menembus seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Melalui sistem kemitraan ini, siswa yang memilih masuk ke sekolah swasta kerja sama tersebut akan mendapat dukungan finansial langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan total akumulasi bantuan senilai Rp2,7 juta per tahun bagi setiap siswa.
BACA JUGA:Night Race Perdana Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge, Sambangi Kalimantan Barat
Komponen dana bantuan tersebut dialokasikan secara spesifik untuk memotong beban biaya operasional pendidikan di awal tahun ajaran baru sebesar Rp1,5 juta, ditambah dengan subsidi biaya SPP bulanan senilai Rp100 ribu selama satu tahun berjalan. Skema penyaluran bantuan ini menerapkan sistem transparansi penuh guna mengantisipasi risiko pemotongan anggaran di tingkat birokrasi sekolah atau yayasan.
Kepala SMAN 2 Cirebon Dr H Nendi SPd MM mengatakan seluruh nominal dana jaminan pendidikan tersebut akan disalurkan langsung oleh pemerintah ke kantong personal masing-masing peserta didik.
Pola ini mengadopsi sistem distribusi bantuan sosial pendidikan nasional yang sudah berjalan pada program reguler kementerian. “Ke rekening siswa. Full. Sama seperti KIP karena itu hak siswa untuk biaya sekolah," ujar Nendi, Jumat (29/5/2026).
Langkah kolaborasi kurikulum juga akan diterapkan pada model pembelajaran di SMA swasta mitra tersebut. Sistem pengajaran akan memadukan kurikulum nasional dengan mengadopsi standar Cambridge serta penguatan pada tujuh mata pelajaran utama yang berorientasi pada ketajaman pengerjaan soal Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) maupun persiapan studi ke luar negeri. (ade)
BACA JUGA:Run The City By Grand Filano Hadir di Tasikmalaya, Yamaha Jawa Barat Dukung Gaya Hidup Sehat
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

