Daya Motor

Teater Lentera Jepara Tutup Pentas Keliling di Cirebon Lewat 'Jarbuarong', Angkat Isu Kerusakan Bawah Laut

Teater Lentera Jepara Tutup Pentas Keliling di Cirebon Lewat 'Jarbuarong', Angkat Isu Kerusakan Bawah Laut

Teater Lentera Jepara Tutup Pentas Keliling di Cirebon Lewat 'Jarbuarong', Angkat Isu Kerusakan Bawah Laut-Istimewa -Radar Cirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM - Jeger Tong beringas menyedot pasir laut. Akibat ekosistem bawah laut porak porinda. Terumbu karang sebagai rumah ikan pun luluh lantak.

Ikan yang paling merasakan dampak kerakusan Jeger Tong salah satunya adalah Jarbuarong. Tidak hanya kehilangan rumah, Jarbuarong juga kehilangan anggota keluarganya.

Oleh karena itu, Jarbuarong pun hengkang dari kampung halaman dalam kondisi tak berdaya. Jarbuarongan terombang-ambing terbawa arus laut.

Kehidupan bawah laut tak hanya terusik ulah Jager Tong. Legenda makluk buas, tuan Bongkeng, yang muncul ke permukaan pun mengusik keceriaan Silago dan Barbaron.

BACA JUGA: Pemkab Cirebon Gelontorkan Rp1,6 Miliar untuk RSUD Waled, Sistem Hydrant Akhirnya Dibangun

Tuang Bongkeng yang tak pernah kenyang, semena-mena memerintah Silago dan Barbaron berburu Petrojeli, makanan utama Taun Bongkeng.

Namun Silago bersama Barbaron kompak untuk melakukan perlawanan. Mereka tak mau lagi berburu Petrojeli.

Di tengah aksi mangkir berburu Petrojeli, Silago dan Barbaron bersua Jarbuarong.

Ya, itulah sepenggal kisah lakon yang ditampilkan Teater Lentera dari Kabupaten Jepara. Cerita berjudul Jarbuarong itu telah diputar di Gedung Kesenian Nyimas Rarasantang Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 4 Juli 2026.  

Sutradara pementasan sekaligus penulis lakon Jarbuarong, Maseko BS, menyampaikan cerita Jarbuarong adalah ihtiar mengajak masyarakat untuk memperhatikan kondisi alam, terutama bawah laut. Aktivitas penambangan pasir dan sampah laut dapat menjaga keseimbangan kehidupan kolini ikan dan hewan lainnya seperti terumbu karang.

BACA JUGA: Layanan Baru dari ASIA: Business Intelligence Membantu Perusahaan Menghindari Penipuan dan Kerugian Bisnis

“Penggarapan pementasan kali ini, kami menggunakan pendekatan teater fantasi. Harapannya pementasan kami dapat dinikmati segala usia, karena kami membawa misi pelestarian lingkungan dan laut,” ujar Maseko usai pementasan, Sabtu, 4 Juli 2026.

Agar misi tersampaikan, sutradara tak hanya mengandalakan pendekatan penggarapan tetaer fantasi, tapi juga mengemas pementasan secara komunikatif. Penonton tidak hanya duduk di bangku penonton, tapi juga terlibat langsung dalam pementasan di atas panggung.

“Penonton kami beri ruang pentas bersama di panggung pada adegannya Jarbuarong, Silago dan Barboron menyusun rencana dan strategi menghadapi Jager Tong dan tuan Bongkeng,” ungkap Maseko.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait