Daripada Ikut Provinsi Tatar Sunda, Cirebon Lebih Cocok Gabung Jakarta: Jadi Kota Administratif Selatan Timur
Pemerhati Sejarah Cirebon, Jajat Sudrajat berpendapat, daripada mengikuti wacana Provinsi Tatar Sunda, lebih baik Cirebon mengajukan diri untuk bergabung dengan Jakarta karena memiliki landasan historis yang kuat.-Foto: Asep Kurnia/diolah-radarcirebon.com
RADARCIREBON.COM - Rencana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda, mengundang pro kontra.
Namun beberapa sudut pandang sejarah justru menghadirkan wacana lain.
Misalnya, keterhubungan historis antara Cirebon dan Jakarta yang membuat kedua daerah ini punya alasan untuk melakukan integrasi.
Pemerhati Sejarah, Jajat Sudrajat mengungkapkan, Cirebon dan Jakarta punya pertalian sejarah yang bisa dijadikan landasan historis, filosofis maupun geografis.
"Fatahilah itu menantu Sunan Gunung Jati, secara historis landasannya dan hubungannya jauh lebih kuat," kata Jajat Sudrajat saat ditemui radarcirebon.com, Senin, 6, Juli 2026.
Menurut dia, ketika hadir pembahasan mengenai Provinsi Tatar Sunda dan tokoh di Cirebon tidak berkenan, landasan historis yang sama juga bisa dipakai.
"Kalau mereka pakai sudut pandang sejarah, kita juga bisa dong. Jadi Cirebon minta saja ke Pramono Anung untuk dijadikan bagian dari Jakarta dengan nama Kota Administratif Selatan Timur," bebernya.
Landasan historis ini, kata Jajat, jauh lebih kuat daripada harus menerima Cirebon menjadi bagian dari perubahan nama Provinsi Tatar Sunda.
BACA JUGA:Jawa Barat jadi Provinsi Tatar Sunda, Bisa Contoh Papua, Saatnya Bangga dengan Nama Lokal
"Jadi ini anekdot ya dan pandangan pribadi saya. Tapi sebetulnya, untuk apa sih bahas nama provinsi? Apa urgensinya sekarang ini? Rakyat lagi susah loh," tegas dia.
Oleh karena itu, Jajat kembali menekankan bahwa tidak ada urgensi mengubah nama Jawa Barat.
"Jawa Barat ini kan adem-adem saja. Kenapa sekarang jadi diusik dan mau diubah jadi Provinsi Tatar Sunda? Urgensinya apa? Kalau kata mereka ini aspirasi rakyat, saya bertanya rakyat yang mana?" tegas dia.
Terkait pembahasan yang sedang bergulir di DPRD Provinsi Jawa Barat, Jajat kembali meminta agar melibatkan para tokoh dari lintas bidang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

