Daya Motor

Pariwisata Cirebon Bergeliat, Wisatawan Naik hingga 253 Ribu Perjalanan, Lama Menginap Malah Turun

Pariwisata Cirebon Bergeliat, Wisatawan Naik hingga 253 Ribu Perjalanan, Lama Menginap Malah Turun

Jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel di Cirebon naik pada Mei 2026. Namun rata-rata lama menginap wisatawan justru menurun menjadi 1,30 malam.-Seno Dwi Prianto-Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Sektor pariwisata di Kota Cirebon menunjukkan tren positif sepanjang Mei 2026

Momentum libur panjang pada akhir Mei hingga awal Juni menjadi salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mengerek tingkat hunian hotel.

Meski demikian, di balik meningkatnya arus wisatawan tersebut, terdapat satu catatan yang perlu menjadi perhatian. 

Rata-rata lama menginap wisatawan di hotel justru mengalami sedikit penurunan, sehingga potensi perputaran ekonomi dari sektor pariwisata dinilai belum optimal.

BACA JUGA:Harga BBM dan Beras Naik, Inflasi di Kota Cirebon Juni 2026 Tembus 2,90 Persen

BACA JUGA:Putus Asa dan Nyaris Bunuh Diri, Perempuan di Cirebon Akhirnya Lapor Polisi

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Samiran, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju Kota Cirebon pada Mei 2026 mencapai 253,75 ribu perjalanan.

Secara bulanan atau month to month (mtm), angka tersebut meningkat 7,32 persen dibandingkan April 2026. 

Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), jumlah perjalanan wisatawan masih mengalami penurunan sebesar 4,11 persen.

Selama periode Januari hingga Mei 2026, total perjalanan wisatawan nusantara ke Kota Cirebon telah mencapai 1,22 juta perjalanan. 

BACA JUGA:Musim Kelulusan, Pembuatan Kartu AK-1 di Kota Cirebon Meningkat Drastis

BACA JUGA:RSUD Arjawinangun Krisis: Dana Jaspel Nunggak, Kekurangan Dokter Spesialis

Jumlah tersebut bahkan sudah lebih dari tiga kali lipat dibandingkan jumlah penduduk Kota Cirebon.

"Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2025 memang terjadi penurunan sebesar 2,25 persen karena saat itu jumlah perjalanan wisnus telah mencapai 1,88 juta perjalanan. Namun bila dibandingkan tahun 2024, jumlah kunjungan saat ini masih menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi," ujar Samiran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait