Semester I, Investasi di Kota Cirebon Lampaui Target Tembus Rp3,2 Triliun dari Target Rp2 Triliun
Plt kepala DPMPTSP Icip Supriyadi-Abdullah-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Realisasi nilai investasi di Kota Cirebon pada semester pertama tahun 2026 mencatatkan capaian yang luar biasa.
Berdasarkan data dari sistem Online Single Submission (OSS), nilai investasi yang masuk telah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp2 triliun, Kota Cirebon berhasil mengantongi investasi hingga Rp3,2 triliun hanya dalam kurun waktu satu semester.
Lonjakan ini dinilai sangat signifikan mengingat total capaian investasi sepanjang tahun lalu hanya berada di angka Rp1,9 triliun.
BACA JUGA:Selat Sunda Diguncang Gempa Bumi Tektonik M 5.5, BMKG Ungkap Penyebab dan Dampaknya
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Icip Supriyadi kepada Radar Cirebon di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026) menjelaskan, Capaian investasi selama semester pertama tahun 2026 mencapai Rp3,2 triliun, padahal target investasi tahun 2026 Rp 2 triliun, namun baru semester pertama sudah tercapai Rp 3,2 triliun.
“Capaiannya melampui target, baru satu semester sudah tercapai Rp 3,2 triliun drai target selama tahun 2026 sebesar Rp 2 triliun,” ujarnya
Capaian investasi tersebut, kata Icip, disumbang oleh dua sektor utama, yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Untuk PMDN Menyumbang sebesar Rp2,4 triliun yang melibatkan 14.811 perusahaan.
Dansedangkan PMA Menyumbang investasi sebesar Rp780 miliar yang berasal dari 81 perusahaan.
BACA JUGA:Weton Pembawa Hoki Juli 2026, Primbon Jawa Sebut Rezeki Datang dari Berbagai Arah
Icip membeberkan investasi selama semester I, untuk bulanm Januari sebesar Rp 464,775 miliar, bulan februari Rp 171,871 miliar, Maret Rp 157,035 miliar, April Rp 850,362 miliar, Mei Rp 359,872 miliar, dan Bulan Juni nilai investasinya melambung menjadi Rp 1,227 triliun. Jadi selama satu semester mulai Januari – Juni sebesar Rp 3,231 triliun.
Icip menerangkan, Pertumbuhan investasi yang pesat ini didorong oleh beberapa faktor strategis, salah satunya adalah geliat pembangunan di sektor perhotelan.
Saat ini, beberapa proyek hotel besar tengah berjalan di Kota Cirebon, di antaranya Pembangunan Hotel Harris di bekas lahan eks-Giant Jalan Bypass Brigjen HR Dharsono, Proyek perhotelan baru di kawasan Kesambi, Rehabilitasi Hotel Green yang berlokasi di Jalan Veteran.
Selain perhotelan, kata Icip, sektor perdagangan dan jasa, khususnya bidang kuliner seperti kafe dan warung kopi, masih menjadi daya tarik utama bagi para investor.
Menariknya, tren investasi baru di bidang fasilitas olahraga, seperti lapangan padel, juga turut menyumbang nilai investasi yang besar karena membutuhkan lahan luas dengan nilai investasi mencapai miliaran hingga puluhan miliar rupiah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

