Noor Alia Terbangkan 71 Jemaah Umrah dari At-Taqwa, Pakai Qatar Airways dan Hotel Dekat
Puluhan jemaah umrah Noor Alia mengikuti briefing terakhir sebelum menuju Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7/2026).-Ade Gustiana-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Pemberangkatan jemaah umrah kembali menggeliat di Kota Udang. Sebanyak 71 jemaah umrah resmi diberangkatkan menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Titik kumpul berpusat di halaman Masjid Raya Attaqwa, Kota Cirebon, Kamis (9/7/2026) dini hari. Pemberangkatan menggunakan dua armada bus besar berlogo PT Noor Alia Haji dan Umrah.
Ibadah kali ini menggunakan Paket Umrah Umat. Ini program andalan dengan harga terjangkau. Angkanya mulai Rp20 jutaan. Meski ekonomis, fasilitas tetap premium. Jemaah diterbangkan menggunakan maskapai Qatar Airways.
Salah satu maskapai terbaik di dunia. Fasilitas akomodasi juga maksimal. Hotel di Mekah dan Madinah dipastikan dekat. Jemaah bisa menempuh tempat ibadah hanya dengan berjalan kaki.
BACA JUGA:Semester I Tahun 2026, KAI Catatkan Volume Angkatan Barang 101.918 Ton
Kamis pagi, 9 Juli 2026, suasana halaman Masjid Raya Attaqwa tampak padat dan khidmat. Barisan jemaah berpakaian seragam batik khas Noor Alia berbaris rapi sebelum memasuki bus. Beberapa di antaranya tampak menyalami keluarga yang mengantar dengan raut wajah haru sekaligus bahagia.
Dua bus pariwisata berukuran besar berkelir putih terparkir paralel, siap membawa rombongan menuju bandara. Riuh doa melepas keberangkatan mereka di bawah langit pagi Cirebon yang cerah. Desau angin pagi melengkapi prosesi pelepasan formal ini.
Intensitas keberangkatan biro ini sangat tinggi. Dalam satu bulan, PT Noor Alia Haji dan Umrah mampu mengelola 6 hingga 7 kali keberangkatan. Durasi program bervariasi antara 9 sampai 12 hari. Pasar mereka terus meluas.
Jemaah tidak hanya berasal dari wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Kali ini, jemaah paling jauh datang dari Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kehadiran jemaah luar pulau membuktikan jangkauan pasar yang semakin dipercaya secara nasional.
BACA JUGA:PAD Parkir Kota Cirebon Baru 44,8 Persen, DPRD Desak Dishub Genjot Target Rp4 Miliar
Sektor transportasi udara menjadi aspek krusial dalam kenyamanan ibadah. Pemilihan maskapai bintang lima seperti Qatar Airways memangkas risiko kelelahan jemaah selama penerbangan jarak jauh. Standardisasi layanan internasional ini diterapkan untuk memastikan kondisi fisik jemaah tetap prima setibanya di Jeddah.
Manajemen travel menegaskan bahwa pemangkasan harga tidak boleh mengorbankan kualitas keselamatan udara. Manajemen juga menjamin pendampingan penuh sejak dari daerah asal. Skema layanan dirancang efisien agar jemaah bisa fokus beribadah tanpa terbebani urusan logistik dan administrasi sekecil apa pun.
"Pada pemberangkatan umrah hari ini, kami dari PT Noor Alia Haji dan Umrah bertugas mendampingi sebanyak 71 jamaah yang diberangkatkan menggunakan dua bus dari Masjid At-Taqwa Kota Cirebon menuju bandara Soekarno Hatta," ujar Tour Leader PT Noor Alia Haji dan Umrah, Abdul Muiz Amin.
Seluruh rute perjalanan diatur ketat berdasarkan rencana perjalanan yang matang. Pihak travel menaruh perhatian besar pada aspek ukhuwah antarjemaah selama di Tanah Suci. Pelayanan yang diberikan diklaim sebagai bentuk khidmat terbaik untuk menjaga kenyamanan kaum muslimin yang menunaikan ibadah. Kedekatan hotel dengan ring utama ibadah, baik di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, menjadi jaminan utama kemudahan pergerakan fisik jemaah lansia.
BACA JUGA:Factory Visit Yamaha, XMAX Owners Community Bali Intip Standar Produksi Berkelas Global
Kepercayaan jemaah menjadi modal utama tingginya frekuensi keberangkatan travel ini. Layanan pendaftaran yang sistematis membuat banyak jemaah melakukan pendaftaran ulang untuk keberangkatan kedua maupun ketiga. Rekam jejak kepatuhan terhadap regulasi Kementerian Agama membuat travel ini kokoh di tengah persaingan ketat biro perjalanan umrah swasta.
"Alhamdulillah, ini merupakan kali kedua saya berangkat umrah bersama Noor Alia. Pelayanannya sangat memuaskan. Pembimbing ibadahnya baik, pendampingannya juga sangat bagus," tutur Cici Nuriah, jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan.
Proses pengurusan dokumen seperti paspor, validasi administrasi, hingga pemeriksaan kesehatan diakui jemaah berjalan cepat. Kemudahan akses informasi ini memangkas birokrasi panjang yang sering dikeluhkan masyarakat saat hendak ke Tanah Suci. Pola pelayanan responsif ini yang mendasari tingginya angka rekomendasi dari mulut ke mulut di wilayah Jawa Barat bagian timur.
Aspek pembimbingan ibadah atau mutawif juga menjadi prioritas. Kompetensi pembimbing dipastikan memenuhi kriteria syariat yang ketat agar tata cara ibadah jemaah sesuai rukun. Pendampingan berkala dilakukan dari bangku bus hingga pelaksanaan tawaf dan sai secara riil di lapangan.
BACA JUGA:Program Satu Data Pemkab Cirebon Makin Kuat, IPS Naik dan Open Data Hampir Capai 100 Persen
Rombongan jemaah dijadwalkan tiba di bandara pada sore hari untuk langsung mengikuti proses imigrasi sebelum terbang menuju Jeddah. Seluruh kesiapan teknis di Arab Saudi dipastikan telah rampung sebelum rombongan mendarat. Kepastian manifes hotel dan transportasi lokal di Arab Saudi dilaporkan telah terkonfirmasi seratus persen oleh tim penjemput di sana.
Tingginya grafik keberangkatan hingga tujuh kali sebulan mengindikasikan perputaran logistik yang sehat. Efisiensi kuota per keberangkatan membuat harga paket dapat ditekan secara rasional tanpa mengurangi hak-hak dasar jemaah selama berada di luar negeri. (ade)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

