Daya Motor

22 Finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 Resmi Jadi Duta Literasi Keuangan OJK

22 Finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 Resmi Jadi Duta Literasi Keuangan OJK

OJK Cirebon angkat Finalis Jaka Rara jadi Duta Literasi Keuangan. Sebanyak 22 finalis siap mengedukasi masyarakat soal pengelolaan keuangan.-Istimewa -Radarcirebon.com

RADARCIREBON.COM – Upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di wilayah Cirebon terus diperkuat. 

Salah satunya melalui kolaborasi antara Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon yang menggelar Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan sekaligus mengangkat 22 Finalis Jaka Rara Kota Cirebon 2026 sebagai Duta Literasi Keuangan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor OJK Cirebon ini menjadi langkah strategis untuk melibatkan generasi muda dalam menyebarluaskan edukasi keuangan kepada masyarakat. 

Hadir dalam acara tersebut Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon Agus Sukmanjaya, Penasihat Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon Feri Rahman Hakim, serta Ketua Paguyuban Jaka Rara Kota Cirebon M. Ramdan.

BACA JUGA:Fast Charging 24 Menit, Ini Daftar Pilihan Hp Infinix Rp1 Jutaan, Cocok untuk Gaming hingga Multitasking

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. 

Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, komunitas, dunia pendidikan, media, hingga generasi muda agar edukasi keuangan dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Ia menilai para Finalis Jaka Rara Kota Cirebon memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. 

Selain memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mereka juga memiliki jejaring luas yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak.

BACA JUGA:Ririn Divonis Mati, JPU Tunggu Banding, Episode Kasus Pembunuhan Sekeluarga Belum Berakhir

"Kami percaya Finalis Jaka Rara Kota Cirebon memiliki kapasitas, kredibilitas, dan jaringan yang kuat untuk menjadi penyambung pesan literasi keuangan kepada masyarakat," ujar Agus.

Melalui pelatihan tersebut, para finalis mendapatkan berbagai materi penting mengenai pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan jangka panjang, hingga pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta sesuai kebutuhan.

Tak hanya itu, OJK juga memberikan pemahaman mengenai bahaya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, modus penipuan keuangan digital, serta pentingnya perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. 

Materi tersebut dinilai semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi layanan keuangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait