Daya Motor

Data Kependudukan Penyandang Disabilitas Hilang dari Sistem, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Minta Disdukcapil B

Data Kependudukan Penyandang Disabilitas Hilang dari Sistem, Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Minta Disdukcapil B

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Hary Saputra Gani (HSG) saat mengunjungi kediaman Dewa di Kelurahan Pekalipan-Dede Adhitama-

RADARCIREBON.COMWakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Hary Saputra Gani (HSG), mendesak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon segera menuntaskan persoalan hilangnya data kependudukan milik warga Kota Cirebon.

Yakni, Muhammad Dewa Pratama (26), warga Kanoman Selatan, Kelurahan Pekalipan, Kecamatan Pekalipan yang notabene penyandang disabilitas.

Kasus tersebut mencuat setelah keluarga Muhammad Dewa mengaku tidak dapat menemukan data kependudukan yang bersangkutan saat mengajukan pembaruan administrasi.

BACA JUGA:Nikah Siri Belum Diakui Negara? Disdukcapil Kabupaten Cirebon Imbau Warga Segera Ikut Sidang Isbat Nikah

Kondisi itu berdampak pada terhambatnya pengurusan dokumen penting, termasuk KTP dan kepesertaan BPJS Kesehatan.

HSG menegaskan akan turun langsung ke Disdukcapil untuk meminta penjelasan terkait penyebab hilangnya data tersebut.

"Besok kami akan datang ke Disdukcapil untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."

"Jangan sampai persoalan ini muncul karena kesalahan administrasi maupun kesalahan operator."

"Yang terpenting saat ini adalah memastikan Mas Dewa kembali memiliki dokumen kependudukan yang sah," ujar HSG, Selasa 4 Agustus 2026

Menurutnya, persoalan administrasi kependudukan tidak boleh dianggap sepele, terlebih menyangkut hak dasar warga negara.

Ia menilai hilangnya data tersebut telah menghambat akses Muhammad Dewa terhadap layanan kesehatan.

BACA JUGA:Antisipasi Blangko Langka, Disdukcapil Cirebon Cadangkan 49 Ribu Keping e-KTP

Selain meminta Disdukcapil segera menyelesaikan persoalan administrasi, HSG juga mendorong Dinas Kesehatan membantu proses pengurusan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi Muhammad Dewa dan keluarganya.

"Kami belum berbicara soal teguran. Yang utama sekarang adalah menyelesaikan dulu persoalan dokumen kependudukannya."

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait