Lepas 302 Peserta KKN, Rektor UNU Cirebon Minta Mahasiswa Hadirkan Inovasi dan Belajar dari Masyarakat
PeNgabDIaN MaSYaraKaT: universitas Nahdlatul ulama (uNu) Cirebon secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata di ruang Paseban,Kantor bupati Cirebon, Selasa (4/8).-Khoirul Anwarudin-radarcirebon
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon resmi melepas 302 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahu n Akademik 2026/2027 di Ruang Paseban, Kantor Bupati Cirebon, Selasa (4/8/2026).
Pelepasan tersebut menandai dimulainya pengabdian mahasiswa di sejumlah desa di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan. KKN akan berlangsung selama 5 Agustus hingga 15 September 2026.
Acara pelepasan dihadiri Staf Ahli Bupati Cirebon Sudjatmoko, yang mewakili Bupati Cirebon H Imron MAg, bersama jajaran pimpinan Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, Camat Gempol dan Ciwaringin, para dekan, dosen pembimbing lapangan, serta tamu undangan lainnya.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan jas almamater UNU Cirebon kepada perwakilan peserta sebagai simbol dimulainya pengabdian di tengah masyarakat.
BACA JUGA:Haru! Siswi SMKN 1 Luragung Ini Masih Pakai Seragam SMP karena Keterbatasan Ekonomi
Sebanyak 302 mahasiswa dari 15 program studi di tujuh fakultas akan diterjunkan ke Kecamatan Ciwaringin dan Gempol di Kabupaten Cirebon, Kecamatan Terisi di Kabupaten Indramayu, serta Kecamatan Kalimanggis di Kabupaten Kuningan.
KKN tahun ini mengusung tema "Mahasiswa Bergerak, Desa Bertransformasi: Mewujudkan SDGs Desa Berbasis Potensi Lokal dan Kolaborasi Lintas Sektor."
Rektor UNU Cirebon, Prof Dr H Farihin Nur MPd, mengatakan tema tersebut menegaskan peran mahasiswa sebagai calon pemimpin yang harus mampu menghadirkan perubahan melalui kolaborasi dengan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengenali secara langsung kehidupan masyarakat agar mampu memahami kebutuhan, potensi, serta tantangan yang ada di desa.
BACA JUGA:Target Retribusi Parkir Kabupaten Cirebon Turun Jadi Rp1,6 Miliar, DPRD: Harusnya Bisa Rp5,5 Miliar
"Tema ini bermakna bahwa mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin diharapkan mampu melakukan transformasi atau perubahan di masyarakat. Karena itu mereka harus dikenalkan sejak sekarang dengan denyut nadi kehidupan masyarakat," ujarnya.
Prof Farihin berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang lahir dari potensi lokal dan pengalaman masyarakat setempat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan desa harus menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek yang menerima program.
"Jangan pernah merasa datang untuk mengajari masyarakat. Justru kalian harus menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari masyarakat karena mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga," ucapnya.
BACA JUGA:DPRD Kaget, Retribusi Parkir Kabupaten Cirebon Cuma Setara Rp14 Ribu per Titik per Hari
Berdasarkan data teknis pelaksanaan KKN 2026, skema penempatan mahasiswa terbagi menjadi dua kategori utama. Pertama, KKN Reguler dengan model Desa Stay yang difokuskan di tiga wilayah Ciayumajakuning, yaitu Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan. Setiap desa dialokasikan 10 hingga 15 mahasiswa.
Kedua, KKN Tematik berbasis daring dengan cakupan lokasi yang lebih luas. Penempatan daring ini menjangkau berbagai wilayah di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Bahkan meluas ke mancanegara, meliputi Inggris dan Taiwan.
Prof Farihin berharap seluruh rangkaian KKN berjalan lancar tanpa kendala teknis maupun sosial di lapangan.
"Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan melahirkan dampak nyata bagi transformasi desa," pungkasnya. (awr/opl)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

