Daya Motor

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Desak Penanganan Cepat Tongkang Batu Bara Tenggelam, Ini yang Dikhawatirkan

Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon Desak Penanganan Cepat Tongkang Batu Bara Tenggelam, Ini yang Dikhawatirkan

Petani kerang hijau khawatir pencemaran air laut akibat tumpahan baru bara-Dede Adhitama-

CIREBON, RADARCIREBON.COMWakil Ketua DPRD Kota Cirebon sekaligus Pembina Petani Kerang Hijau, Fitrah Malik, mendesak seluruh pihak terkait untuk segera menangani insiden tenggelamnya tongkang TB SELYWIN 12 di Perairan Laut Cirebon.

Ia khawatir kondisi tersebut memicu pencemaran laut yang berdampak terhadap aktivitas nelayan serta ribuan petani kerang hijau di kawasan pesisir.

Menurut Fitrah, kondisi tongkang yang sebagian tenggelam menyebabkan muatan batu bara terus terkikis ombak hingga membuat warna air laut menghitam.

BACA JUGA:Breaking News! Tongkang Bermuatan Batu Bara Miring di Laut, Diduga Tumpahkan Muatan Saat Menuju Cirebon

Situasi itu dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat pesisir.

"Kalau dampaknya, saya kurang paham betul apakah batu bara ini berefek racun terhadap petani atau kerang hijau."

"Namun yang jelas, kapal yang sebagian tenggelam membuat batu bara terkikis ombak hingga mencemari laut dan airnya terlihat berwarna hitam," ucapnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia mengatakan, kekhawatiran utama saat ini adalah kemungkinan pencemaran laut memengaruhi budidaya kerang hijau yang menjadi mata pencaharian banyak warga di perairan Cirebon.

Fitrah menambahkan, apabila pencemaran terus berlangsung, bukan hanya petani yang dirugikan, tetapi juga masyarakat sebagai konsumen.

Pasalnya, kerang hijau dikenal sebagai biota yang menyaring air laut sehingga dikhawatirkan dapat menyerap zat-zat berbahaya apabila terjadi pencemaran.

BACA JUGA:Laut Cirebon Menghitam Akibat Tumpahan Batu Bara, Aktivis Soroti Lambannya Penanganan dan Sikap Tertutup

Karena itu, ia meminta pemilik tongkang maupun pemilik muatan batu bara segera melakukan evakuasi dengan memindahkan batu bara ke tongkang lain agar dapat dibawa ke darat atau Pelabuhan Cirebon.

"Kami meminta kepada pihak-pihak terkait, khususnya pemilik tongkang atau pemilik batu bara, untuk segera memindahkan batu bara yang ada ke tongkang lain agar bisa dibawa ke pelabuhan atau ke darat," tegasnya.

Selain itu, Fitrah juga meminta instansi terkait seperti KSOP, Pelindo, dan Polairud untuk mengawal proses penanganan agar persoalan tongkang tenggelam dapat segera diselesaikan dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait