Kota Cirebon Jadi Lokasi Perdana TNA Green Jobs, Kemenaker Petakan Kebutuhan Tenaga Kerja Hijau
Kemenaker memetakan green jobs di Kota Cirebon melalui TNA. Sebanyak 34 peserta dari pemerintah, industri dan LPK ikut dalam kegiatan tersebut.-Abdullah -RADARCIREBON.COM
CIREBON, RADARCIREBON.COM – Kota Cirebon menjadi lokasi perdana pelaksanaan Training Need Analysis (TNA) yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui Direktorat Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan.
Kegiatan yang berlangsung di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Rabu 30 September 2026, tersebut menjadi bagian dari Rencana Aksi Kemenaker untuk mendukung Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau (Green Jobs) Indonesia yang disusun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan kesiapan masyarakat, pemerintah, lembaga pelatihan kerja, serta dunia industri di Kota Cirebon dalam menghadapi perkembangan pekerjaan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
BACA JUGA:Disnaker Kota Cirebon Gelar Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas untuk Dorong Dunia Kerja Inklusif
Ketua Tim Kerja Pembinaan Infrastruktur Swasta Kementerian Ketenagakerjaan, Bergianta Sinulingga ST MM mengatakan pelaksanaan TNA Green Jobs ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan Kemenaker pada tahun 2026.
Kota Cirebon dipilih sebagai lokasi pertama untuk menggali informasi mengenai pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap konsep pekerjaan hijau.
“Program ini baru pertama kali dilaksanakan pada tahun ini dengan menempatkan Kota Cirebon sebagai lokasi perdananya,” ujar Bergianta.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan unsur pemerintah. Kemenaker juga menggandeng dunia industri serta lembaga pelatihan kerja agar pemetaan kebutuhan tenaga kerja hijau dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Dalam kegiatan TNA tersebut, tercatat sebanyak 34 peserta yang mengikuti agenda. Sebanyak 17 peserta di antaranya berasal dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), sedangkan peserta lainnya merupakan perwakilan perangkat daerah dan sektor industri.
Bergianta menjelaskan, hasil Training Need Analysis nantinya diharapkan menjadi bahan laporan kepada pimpinan Kemenaker.
BACA JUGA:18 Sengketa Hubungan Industrial Masuk Disnaker Kota Cirebon, Semua Berhasil Diselesaikan
Data tersebut dapat digunakan sebagai dasar penyusunan policy brief maupun kajian kebijakan terkait pengembangan tenaga kerja hijau.
Menurut dia, pengembangan green jobs membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri dan lembaga pelatihan kerja.
Kolaborasi tersebut penting karena kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam aktivitas pekerjaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase
