Daya Motor

APBD untuk Perbaikan Delapan Ruas Jalan

APBD untuk Perbaikan Delapan Ruas Jalan

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Cirebon, Totong Rusmawan mengecek jalan Kalilunyu-Benda Kerep yang sedang diperbaiki-Cecep Nacepi-radarcirebon

CIREBON, RADARCIREBON.COM — Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengalokasikan anggaran sekitar Rp5,3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni untuk perbaikan delapan ruas jalan di wilayah Kota Cirebon.

Salah satu jalam yang sudah diperbaiki itu, adalah jalan Cipto Mangunkusumo. Yang sedang dikerjakan jalan Kalilunyu-Benda Kerep,  dan enam lainnya akan segera dikerjakan.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Cirebon, Totong Rusmawan, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk menangani sejumlah ruas jalan, baik jalan protokol maupun jalan non-protokol yang menjadi akses penting bagi masyarakat.

“Untuk APBD murni, kami sudah mengalokasikan sekitar Rp5,3 miliar untuk perbaikan delapan ruas jalan,” kata Totong kepada Radar Cirebon.

BACA JUGA:Nekat! Ini Alasan ABG 14 Tahun Bobol Toko HP di Tuparev Cirebon

Dari delapan ruas jalan tersebut, dua diantaranya, yakni Jalan Sumurwuni dan Jalan Cipto Mangunkusumo. Kedua ruas jalan itu menjadi pekerjaan dengan alokasi anggaran cukup besar.

“Anggaran paling besar di Jalan Sumurwuni atau Kalilunyu-Benda Kerep dan Jalan Cipto Mangunkusumo. Untuk jalan Cipto ini fisik sudah selesai, tinggal secara administrasi nanti kita sedang berproses,” ujar Totong.

Sementara itu, enam ruas jalan lainnya yang masuk dalam program perbaikan APBD murni meliputi Jalan Gunung Lawu, Jalan Kedung Krisik, Jalan Kesenden, Jalan Pancuran, Jalan Kesatria, dan Jalan Nyi Mas Rara Santang.

Ia menyebut kondisi sejumlah ruas jalan yang masuk dalam program perbaikan memang sudah membutuhkan penanganan. Salah satunya Jalan Kedung Krisik yang dinilai mengalami kerusakan cukup parah.

BACA JUGA:Yamaha Factory Visit, Fasilitasi Media & Pelaku Industri Untuk Melihat Proses Produksi Berstandar Global

“Kalau kita lihat, jalan-jalan tersebut sudah cukup lumayan parah. Terutama yang Kedung Krisik, itu sudah parah banget, sudah hancur, sudah seperti jalan kampung,” katanya.

Totong menjelaskan, perbaikan tidak hanya difokuskan pada jalan protokol. Pemkot Cirebon juga berupaya menangani jalan-jalan non-protokol yang menjadi akses masyarakat menuju kawasan utama.

“Bukan hanya jalan protokol sebetulnya yang berkewajiban untuk kita perbaiki. Jalan-jalan akses menuju protokol juga dilalui masyarakat. Jadi kita pengennya berimbang antara jalan protokol dan non-protokol,” katanya.

Menurutnya, penanganan jalan non-protokol dilakukan menyesuaikan kemampuan anggaran. Sejumlah ruas mendapatkan alokasi sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta.

BACA JUGA:Pertamina Tangani Semburan Gas Sumur BDA-004 Indramayu, Warga Dilarang Mendekat

Selain anggaran APBD murni, DPUTR juga mengusulkan tambahan anggaran melalui APBD perubahan. Saat ini, usulan tersebut masih dalam proses dan menunggu pengesahan.

“Di perubahan itu kita ada anggaran sekitar Rp1,9 miliar, hampir Rp2 miliar. Itu nanti untuk Jalan Bromo, Jalan Sunyaragi, Jalan Kandang Prahu, area Kemuning, Garuda yang lubangnya sudah besar-besar, kemudian Dukuh Semar dan Kutagara,” jelasnya.

Namun, Totong menegaskan bahwa anggaran sekitar Rp1,9 miliar tersebut belum dapat dipastikan terealisasi karena masih menunggu proses pembahasan dan pengesahan APBD perubahan. “Ini belum pasti, masih menunggu proses apakah disahkan atau tidak anggarannya,” pungkasnya. (cep)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait