Daya Motor

Ponpes Al Jailani Kuningan, Pertahankan Ciri Tradisional, Santri Gratis

Ponpes Al Jailani Kuningan, Pertahankan Ciri Tradisional, Santri Gratis

Selain itu, lanjut Dr Jumhari, dalam penerimaan santri di Pesantrennya itu tidak ada sistem daftar ulang, dan juga tidak ada sistem seleksi.

 

“Semua santri yang ingin masuk ke pesantren Al-Jailani langsung diterima,” ungkapnya.

 

Metode lainnya yang akan diterapkan di Pesantren Al-Jailani, masih kata Jumhari, yakni dengan menekankan pada perilaku yang sopan dan santun bagi para santri, terutama dalam berinteraksi dengan guru, orang tua dan masyarakat, serta antara sesama santri.

 

Kemudian, di lembaga pendidikan (Pesantren Al-Jailani) tersebut memiliki karakteristik atau ciri khas yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lainnya. Kiai yang mendidik dan mengajar, santri yang belajar dan Masjid, kobong dan prasarana lainnya diterapkan secara tradisional.

 

“Santri mukim, yaitu santri yang menetap, tinggal bersama Kiai dan secara aktif menuntut ilmu dari seorang Kiai. Mereka dapat juga sebagai pengurus pesantren yang ikut bertanggung jawab atas keberadaan santri lain,” terangnya.

 

Dr Jumhari memastikan seluruh pembiayaan di Pesantren Al-Jailani gratis alias tidak berbayar. Penyetaraan kemampuan santri dirancang melalui inkubator santri.

 

“Dengan model Pondok Pesantren Al-Jailani, diharapkan menjadi solusi mencerdaskan kehidupan bangsa ke depan dalam menuntut ilmu agama Islam. Santri yang dihasilkan juga diharapkan berakhlakul karimah, kuat secara agama, kemampuannya dapat menyetarakan dengan kebutuhan kemampuan diluar kepesantrenan,” harap Dr Jumhari. (muh)

 

Baca juga:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: