Daya Motor

Hujan Deras Picu Pergeseran Tanah, Rumah Warga di Cibingbin Kuningan Ambruk

Hujan Deras Picu Pergeseran Tanah, Rumah Warga di Cibingbin Kuningan Ambruk

Rumah milik Suha (75) warga Dusun Sukasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, ambruk dan seluruh penghuni terpaksa mengungsi. -Istimewa-radarmajalengka

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Kuningan memicu bencana permukiman.

Satu unit rumah warga di Dusun Sukasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, ambruk setelah struktur tanah di sekitarnya bergeser akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak sore hingga malam hari.

Rumah tersebut diketahui milik Suha (75), seorang warga lanjut usia yang tinggal bersama tiga anggota keluarganya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini memaksa korban mengungsi demi keselamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, mengungkapkan bahwa hujan berkepanjangan menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) di belakang rumah korban mengalami pergeseran signifikan.

BACA JUGA:Polresta Cirebon Sita 211 Botol Miras Hasil Cipkon Operasi Lilin Lodaya

“TPT bergeser sepanjang kurang lebih delapan meter dengan tinggi sekitar dua meter. Pergeseran tersebut menyeret struktur bangunan rumah hingga menyebabkan dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan ruang tamu rusak berat. Atap genteng juga ikut ambruk,” ujar Indra, Kamis (25/12).

Kondisi tanah yang jenuh air membuat pondasi rumah tidak mampu menahan beban bangunan, sehingga kerusakan terjadi secara bertahap hingga akhirnya ambruk.

Dampak bencana tidak berhenti di satu titik. Pergeseran TPT tersebut juga mengancam rumah warga lain yang berada di sisi barat dan dihuni Udin (38). Kedua rumah berada pada satu dinding yang sama, sehingga potensi kerusakan lanjutan masih cukup tinggi jika hujan kembali turun.

Menanggapi kejadian ini, BPBD Kuningan langsung menerjunkan tim assessment ke lokasi kejadian. Penanganan darurat dilakukan bersama pemerintah desa, unsur kecamatan, TNI, Polri, Dinas PUTR, dan Dinas Sosial.

BACA JUGA:IPB Cirebon Inisiasi Pojok Literasi Desa Sutawinangun, Dorong Transformasi Budaya Baca di Desa

“Kami sudah melakukan assessment sekaligus menyalurkan bantuan logistik. Saat ini warga bersama aparat desa bergotong royong membersihkan material tembok dan genteng yang runtuh,” tambah Indra.

Untuk sementara waktu, keluarga Suha mengungsi ke rumah anaknya, Waryadi (60), yang masih berada di lingkungan RT yang sama. Hingga Kamis siang, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah berawan, namun proses pembersihan puing bangunan masih berlangsung secara swadaya.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan memiliki bangunan dengan struktur tanah labil.

“Potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi. Kami meminta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan bangunan. Langkah lanjutan penanganan akan terus dikoordinasikan,” pungkasnya. (ags)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: