Daya Motor

Penyebab Banjir di Cisaat Kuningan, 50 Rumah Terendam hingga 1 Meter

Penyebab Banjir di Cisaat Kuningan, 50 Rumah Terendam hingga 1 Meter

Kondisi saat banjir di Desa Cisaat, Kabupaten Kuningan, Rabu malam (11/2/2026).-Agus Panther-Radar Cirebon

Lokasi terdampak berada di koordinat 6°01'00.716" LS dan 108°43'38.905" BT. Dari hasil pendataan di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi dalam kondisi darurat. 

Namun, genangan air masuk dengan cepat ke dalam rumah warga, terutama yang posisinya lebih rendah dan berdekatan dengan aliran sungai.

BACA JUGA:Persib Tumbang 0-3 dari Ratchaburi, Bojan Hodak Akui Start Buruk Jadi Petaka

BACA JUGA:Viral! Timnas Indonesia Tak Ikut Asian Games 2026, Ini Penjelasan Resmi PSSI

BPBD Kuningan melalui Pusdalops PB menerjunkan tim assessment untuk memastikan kondisi terkini serta mendata kerugian yang dialami masyarakat. 

Aparat desa bersama pemerintah Kecamatan Cibingbin juga langsung berkoordinasi untuk penanganan awal.

Warga bersama petugas tampak bergotong royong membersihkan lumpur yang terbawa arus banjir. Sisa material berupa tanah dan sampah memenuhi lantai rumah warga setelah air mulai surut.

“Hingga dini hari, kondisi cuaca berangsur cerah berawan dan air Sungai Cikaro sudah surut. Situasi secara umum mulai kembali normal,” jelas Ibe.

Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat intensitas hujan di wilayah Kabupaten Kuningan masih tergolong tinggi, potensi banjir susulan tetap perlu diantisipasi.

Pada tahap awal, belum ada laporan kebutuhan mendesak seperti logistik darurat atau evakuasi besar-besaran. Namun, koordinasi lanjutan tetap dilakukan bersama pemerintah desa dan instansi terkait untuk langkah antisipasi ke depan.

Peristiwa banjir di Cisaat ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. 

Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta lebih waspada, terutama ketika hujan turun dalam durasi lama.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, serta memastikan aliran drainase tidak tersumbat. 

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG dan menyiapkan tas siaga bencana ketika curah hujan meningkat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dampak banjir. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: