Daya Motor

UIN Siber Syekh Nurjati dan Al-Bahjah Kembangkan Pertanian Purba, Hasilnya Bikin Takjub

UIN Siber Syekh Nurjati dan Al-Bahjah Kembangkan Pertanian Purba, Hasilnya Bikin Takjub

Penampakan cara menanam padi dengan pendekatan smart farming hasil kolaborasi Universitas Islam Negeri UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Pesantren Al-Bahjah. -kemenag.go.id-

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Inovasi pertanian berbasis syariah dan teknologi modern mulai menunjukkan hasil positif di Kabupaten KUNINGAN.

Universitas Islam Negeri UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama Pondok Pesantren Al-Bahjah sukses melaksanakan panen perdana padi di lahan wakaf dengan konsep smart farming.

Panen perdana yang digelar pada 7 Mei 2026 lalu itu berhasil menghasilkan sekitar satu kwintal padi dari lahan seluas 750 meter persegi.

BACA JUGA:Panen Raya Jagung di Waled, Polres Cirebon Kota Dukung Ketahanan Pangan

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Buya Yahya, tim peneliti, tokoh masyarakat, santri, hingga para petani setempat.

Ketua Tim MoRa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof Abdul Aziz menjelaskan, padi yang ditanam menggunakan metode alami tanpa pupuk kimia tersebut mampu tumbuh kembali setelah panen.

“Padi ini ditanam tanpa pupuk kimiawi dan hanya memanfaatkan olahan sampah organik."

"Menariknya, satu kali tanam bisa dipanen hingga tiga sampai lima kali,” ujar Prof Aziz di Cirebon, Rabu 20 Mei 2026.

Program ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk Transformasi Pertanian Purba Berbasis Syariah Melalui Smart Farming yang dimulai sejak Januari 2026.

Penelitian dilakukan oleh Tim MoRa The Air Funds UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon bersama sejumlah perguruan tinggi lainnya.

BACA JUGA:Demi Panen Lancar, Warga Gembonganmekar Cirebon Gotong Royong Perbaiki Jalan Usaha Tani

Lokasi penelitian berada di kawasan wakaf pertanian Pondok Pesantren Al-Bahjah Pancalang, Kabupaten Kuningan.

Konsep yang diterapkan menggabungkan metode pertanian tradisional ramah lingkungan dengan teknologi digital modern.

Menurut Prof Aziz, penelitian tersebut hadir sebagai jawaban atas modernisasi pertanian yang dinilai mulai mengabaikan keseimbangan alam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait