Daya Motor

Musda Partai Golkar Kuningan Segera Digelar, PK Disebut Masih Dukung Petahana

Musda Partai Golkar Kuningan Segera Digelar, PK Disebut Masih Dukung Petahana

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Asep Setia Mulyana.-Agus Sugiarto-RADARCIREBON.COM

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Dinamika politik internal Partai Golkar mulai memanas setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Jawa Barat.

Di Kabupaten Kuningan, dukungan terhadap petahana Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan, Asep Setia Mulyana, disebut masih cukup kuat menjelang pelaksanaan Musda tingkat kabupaten.

Sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar dikabarkan masih menginginkan Asep Setia Mulyana kembali memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut untuk periode berikutnya.

BACA JUGA:Momentum Iduladha, Golkar Kabupaten Cirebon Tebar Kepedulian Lewat Kurban

Menanggapi hal itu, Asep Setia Mulyana menegaskan bahwa proses pemilihan ketua di tubuh Partai Golkar berlangsung secara demokratis dan terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi syarat organisasi.

Menurutnya, saat ini DPD Partai Golkar Jawa Barat telah lebih dulu menyelesaikan Musda tingkat provinsi dan tinggal menunggu pelantikan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Daniel sebagai ketua terpilih.

“DPD Golkar Provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan Musda. Sekarang kita menunggu pelantikan kepengurusan provinsi di bawah kepemimpinan Pak Daniel sebagai ketua terpilih.”

“Setelah itu baru Musda digelar di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat,” ujar Asep Setia Mulyana, Jumat 29 Mei 2026.

Ia menjelaskan, proses penjaringan calon ketua DPD Partai Golkar sepenuhnya berasal dari aspirasi kepengurusan tingkat bawah, khususnya para Pengurus Kecamatan (PK).

Menurutnya, setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk maju sebagai calon ketua selama memenuhi persyaratan partai dan mendapatkan dukungan dari struktur organisasi.

BACA JUGA:Konsolidasi Diperkuat, Dave Laksono: Golkar Siap Menang di Semua Level pada Pemilu 2029

“Partai Golkar sangat demokratis. Penentuan ketua itu berdasarkan aspirasi dan suara dari kepengurusan satu tingkat di bawahnya.”

“Untuk tingkat kabupaten, suara penentu berasal dari para PK. Jadi siapa pun berhak menjadi calon,” katanya.

Asep juga membandingkan mekanisme pemilihan di Partai Golkar dengan sejumlah partai lain yang menurutnya masih melalui tahapan rekomendasi dari tingkat provinsi hingga pusat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase