Suhu Makin Panas dan Banjir Meningkat, ProKlim Jadi Senjata Kuningan Hadapi Perubahan Iklim
sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) bersama Komisi XII DPR RI di Kajene Forest Kuningan, Minggu 5 Juli 2026 kemarin.-Agus Sugiarto-radarcirebon.com
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Kementerian Lingkungan Hidup RI bersama Komisi XII DPR terus memperkuat upaya menghadapi dampak perubahan iklim.
Salah satunya melalui sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) bersama Komisi XII DPR RI di Kajene Forest Kuningan, Minggu 5 Juli 2026 kemarin.
Program tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menekan emisi gas rumah kaca, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai dampak perubahan iklim yang kini semakin nyata.
BACA JUGA:Google Pixel 10a: Ponsel yang Merespon Perubahan Iklim dan Tahan 30 Jam
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan diskusi, mengenai pentingnya pengendalian perubahan iklim melalui aksi-aksi sederhana yang dapat dilakukan dari tingkat desa hingga komunitas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan, Usep Sumirat mengatakan, perubahan iklim bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat saat ini.
Fenomena cuaca ekstrem, banjir, hingga gangguan terhadap sektor pertanian menjadi bukti bahwa daerah harus segera beradaptasi.
Menurutnya, ProKlim merupakan pengembangan dari berbagai program lingkungan yang telah berjalan sebelumnya dengan fokus memperkuat kebijakan pembangunan rendah karbon serta meningkatkan ketahanan iklim di daerah.
"Dulu Kuningan dikenal sebagai daerah yang relatif aman dari banjir dengan kondisi iklim yang cukup stabil.”
“Namun sekarang mulai muncul kejadian banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Ini menunjukkan perubahan iklim benar-benar sedang kita hadapi," ujarnya.
Ia menegaskan, siapapun kepala daerah yang memimpin nantinya memiliki tanggung jawab untuk menjalankan kebijakan penurunan emisi gas rumah kaca dan adaptasi perubahan iklim sesuai regulasi nasional.
Ia mengungkapkan, berdasarkan inventarisasi emisi gas rumah kaca tahun 2024, Kabupaten Kuningan menghasilkan emisi sebesar 1.947,44 ton CO2e.
BACA JUGA:Jakarta Matikan Lampu 60 Menit, Langkah Bersama Warga Kurangi Emisi Karbon demi Masa Depan Kota
Sektor pertanian menjadi salah satu penyumbang terbesar, terutama dari penggunaan pupuk berbasis nitrogen serta pengelolaan lahan pertanian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

