Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Masuk Hari Ke-9, Api Masih Membara di Dalam Tumpukan Sampah
Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memasuki hari kesembilan, Kamis 20 Agustus 2026.-Agus Sugiarto -RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPSA) Ciniru, Kabupaten KUNINGAN, memasuki hari kesembilan, Kamis 20 Agustus 2026.
Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mengendalikan titik api yang masih muncul di area timbunan sampah.
Petugas gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api kembali meluas.
Penanganan kebakaran tidak hanya mengandalkan penyemprotan air, tetapi juga menggunakan teknologi untuk mendeteksi titik panas yang berada di dalam timbunan sampah.
BACA JUGA:Kisah Petugas TPSA Ciniru Rayakan Kemerdekaan di Tengah Perjuangan Padamkan Api
Salah satu teknologi yang dikerahkan adalah thermal drone. Perangkat tersebut digunakan untuk memantau kondisi TPSA dari udara sekaligus membantu petugas mengidentifikasi titik-titik panas yang sulit terlihat secara langsung.
Penggunaan thermal drone dinilai penting karena kebakaran di area timbunan sampah memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran biasa.
Api dapat merambat dan bertahan di bagian dalam timbunan sehingga titik panas tidak selalu terlihat dari permukaan.
Dengan pemantauan menggunakan kamera termal, petugas dapat menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut secara lebih terarah.
Hampir 800 Ribu Liter Air Digunakan
Besarnya material yang terbakar membuat proses pemadaman kebakaran TPSA Ciniru membutuhkan waktu cukup panjang.
Hingga memasuki hari kesembilan, volume air yang digunakan untuk mendukung proses pemadaman telah mencapai hampir 800 ribu liter.
Air disemprotkan secara bertahap ke sejumlah titik yang terindikasi masih memiliki panas atau api.
Petugas juga melakukan pembasahan untuk mencegah bara api kembali menyala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

