Daya Motor

Haul Syekh Maulana Akbar di Kuningan, Ustaz Solmed Hadir dalam Tabligh Akbar Hari Jadi ke-528

Haul Syekh Maulana Akbar di Kuningan, Ustaz Solmed Hadir dalam Tabligh Akbar Hari Jadi ke-528

Ustad Solmed hadiri menjadi penceramah dalam Haul Syekh Maulana Akbar di Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu 26 Agustus 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.-Agus Sugiarto-RADARCIREBON.COM

KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Suasana khidmat terasa di Kompleks Makam Astana Gede, Kabupaten Kuningan, Rabu 26 Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Haul Syekh Maulana Akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, istighosah, dan Tabligh Akbar.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan.

BACA JUGA:Keren! Kelvin dan Hana Bawa Moka Kuningan Tembus 4 Besar Jabar 2026

Tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, kegiatan di Astana Gede juga menjadi momentum untuk mengenang jasa ulama, leluhur, sesepuh, dan para pendahulu Kuningan.

Mengusung tema “Napak Tilas Spiritualitas dan Kepemimpinan Menuju Kuningan Melesat”, kegiatan tersebut mengajak masyarakat melihat kembali nilai perjuangan para tokoh masa lalu sebagai bekal membangun Kabupaten Kuningan di masa depan.

Rangkaian acara diawali dengan ziarah dan doa bersama di makam Syekh Maulana Akbar. Para peserta memanjatkan doa serta mengirimkan Al-Fatihah untuk Syekh Maulana Akbar, para ulama, leluhur, dan tokoh pendahulu Kuningan.

Haul Syekh Maulana Akbar Jadi Ruang Refleksi

Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, mengatakan Haul Syekh Maulana Akbar, istighosah, dan Tabligh Akbar memiliki makna penting dalam peringatan Hari Jadi Kuningan.

Menurutnya, perjalanan panjang Kabupaten Kuningan tidak bisa dilepaskan dari kontribusi ulama, leluhur, sesepuh, serta pemimpin daerah yang telah mengabdikan diri bagi masyarakat.

Karena itu, peringatan Hari Jadi Kuningan diharapkan tidak hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga perlu menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus mengambil keteladanan dari perjuangan generasi terdahulu.

“Hari Jadi harus menjadi ruang untuk meneduhkan hati, mengenang jasa para pendahulu, mengambil keteladanan dari perjuangan mereka, sekaligus memperkuat tekad untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Kuningan,” ujar Emup.

BACA JUGA:Turun Kereta, Langsung Berwisata : Cirebon Makin Praktis Jadi Pintu Masuk Wisata hingga Kuningan

Ia menjelaskan, istighosah menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan, keberkahan, serta keselamatan kepada Allah SWT bagi masyarakat Kuningan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: reportase

Berita Terkait