Ziarah ke Makam Acep Purnama, Andi Gani Sampaikan Pesan Penting untuk Kuningan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea (AGN) berziarah ke makam mantan Bupati Kuningan, H Acep Purnama, Selasa 1 September 2026 malam.-Agus Sugiarto-RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Kunjungan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sekaligus Penasihat Kapolri, Andi Gani Nena Wea (AGN), ke Kabupaten KUNINGAN diwarnai momen penuh haru.
Di sela agenda kunjungannya, AGN menyempatkan diri berziarah ke makam mantan Bupati Kuningan, H Acep Purnama, Selasa 1 September 2026 malam kemarin.
Ziarah tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada sosok yang pernah memimpin Kabupaten Kuningan.
Bagi AGN, kunjungan itu juga menjadi kesempatan untuk mengenang persahabatan yang telah terjalin bersama Acep Purnama semasa hidup.
BACA JUGA:Andi Gani Dorong Bupati Cup 2027 Tetap Gratis, Hadiah Juara 1 Jadi Rp25 Juta
Di hadapan keluarga almarhum, AGN menyampaikan bahwa Acep merupakan salah satu sahabat yang memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan hidupnya.
Ia pun mendoakan agar seluruh pengabdian Acep selama memimpin dan berbuat untuk masyarakat Kuningan mendapat balasan terbaik.
“Pak Acep tidak akan pernah saya lupakan. Persahabatan kami sampai akhir dan kami selalu berdoa untuk Pak Acep, karena sudah banyak berbuat untuk Kuningan,” ujar AGN.
Menurut AGN, wafatnya Acep Purnama tidak berarti hubungan yang selama ini terbangun ikut berakhir. Ia memastikan komunikasi dan tali silaturahmi dengan keluarga besar Acep akan terus dijaga.
“Saya pastikan, walaupun Pak Acep sudah tiada, silaturahmi saya dengan keluarga besar Pak Acep akan tetap terjaga sampai hari ini dan seterusnya,” katanya.
AGN Ingatkan Kuningan Tetap Guyub
Pertemuan dengan keluarga Acep Purnama kemudian menjadi momentum bagi AGN untuk menyampaikan pesan yang lebih luas terkait kondisi sosial dan politik di Kabupaten Kuningan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan, agar tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai alasan untuk saling menjauh.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai berkembang menjadi persoalan yang memecah hubungan antarmasyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase

