Kasus Suspek Influenza A di Kuningan Naik September 2026, Pasien Anak Paling Banyak
Kasus suspek Influenza A di Kabupaten Kuningan meningkat pada September 2026.-Agus Sugiarto -RADARCIREBON.COM
KUNINGAN, RADARCIREBON.COM – Kasus suspek Influenza tipe A menjadi perhatian di Kabupaten KUNINGAN setelah terjadi peningkatan kunjungan pasien ke sejumlah fasilitas kesehatan sepanjang September 2026.
Salah satu fasilitas kesehatan yang mencatat kenaikan tersebut adalah RSUD 45 Kuningan.
Peningkatan kunjungan terjadi pada beberapa layanan, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat jalan hingga rawat inap.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan, dr Yanuar Firdaus Sukardi, mengatakan kenaikan kunjungan pasien terlihat dalam beberapa pekan terakhir.
BACA JUGA:Kemenkes Ungkap Positivity Rate Influenza Capai 56 Persen, Ini Kondisi Terbarunya
Menurutnya, peningkatan paling terlihat pada layanan rawat jalan dan rawat inap. Untuk rawat jalan, jumlah kunjungan meningkat sekitar 40 persen.
Sementara kasus pasien rawat inap dengan status suspek Influenza tipe A mengalami kenaikan sekitar 21 persen pada September 2026.
"Kalau untuk kunjungan rawat jalan peningkatannya kurang lebih 40 persen, sementara untuk rawat inap kasus suspek Influenza tipe A mengalami kenaikan sekitar 21 persen pada bulan September. Peningkatan ini lebih khusus terjadi pada anak-anak," ujar Yanuar, Selasa 29 September 2026.
Ia menjelaskan, mayoritas pasien datang dengan keluhan yang masuk dalam kategori flu-like syndrome atau kumpulan gejala yang menyerupai influenza.
Gejala yang dirasakan pasien antara lain demam, batuk, pilek, nyeri otot, pusing dan sakit tenggorokan. Pada sebagian pasien, keluhan juga disertai diare.
Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang cukup banyak terdampak. Kondisi tersebut, kata Yanuar, berkaitan dengan sistem imunitas anak yang masih dalam tahap perkembangan sehingga relatif lebih rentan terhadap paparan virus.
"Sebab ini berkaitan dengan sistem imunitas anak yang masih berkembang, sehingga relatif lebih rentan terhadap paparan virus," katanya.
Selain kondisi daya tahan tubuh, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah penularan penyakit.
Sirkulasi udara yang kurang baik di dalam rumah juga perlu menjadi perhatian masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: reportase
